Legislator Sumbar: Bom Rakitan Siswa Bukti Lemahnya Pengawasan
Seorang pelajar berinisial R (17) di Padang, Sumatera Barat, mendadak menjadi sorotan nasional setelah ia membawa dan meledakkan bom rakitan di lingkungan MAN 3 Padang. Insiden yang terjadi beberapa w...
Seorang pelajar berinisial R (17) di Padang, Sumatera Barat, mendadak menjadi sorotan nasional setelah ia membawa dan meledakkan bom rakitan di lingkungan MAN 3 Padang. Insiden yang terjadi beberapa waktu lalu itu memicu kepanikan dan langsung menarik perhatian anggota DPR RI dari Daerah Pemilihan Sumatera Barat, Alex Indra Lukman.
Wakil Ketua Komisi IV DPR itu mengecam keras aksi nekat pelajar tersebut dan menekankan bahwa kejadian ini bukan sekadar kenakalan remaja biasa. Ia menilai ada kegagalan sistemik dalam pengawasan, baik dari pihak sekolah, keluarga, maupun lingkungan sekitar.
Kronologi: Siswa Bawa Petroda ke Kelas
Menurut informasi yang dihimpun, R diduga merakit sendiri bahan peledak dari serbuk petasan yang dibeli secara daring. Bom tersebut kemudian diledakkan di dalam area sekolah, mengakibatkan suara dentuman keras dan kerusakan ringan pada beberapa fasilitas. Tidak ada korban jiwa, namun sejumlah siswa mengalami guncangan psikologis.
Saksi mata mengatakan bahwa R membawa benda mencurigakan itu di dalam tasnya. Ledakan terjadi saat jam istirahat, tepatnya di dekat kantin sekolah. Beruntung tidak memicu korban fatal.
Alex Indra Lukman: "Orang Tua dan Guru Harus Lebih Peka"
Dalam keterangannya, Alex Indra Lukman menegaskan bahwa peristiwa ini merupakan "alarm bagi dunia pendidikan". Menurutnya, pengawasan di sekolah harus ditingkatkan secara signifikan. Bukan hanya terhadap benda berbahaya, tetapi juga terhadap aktivitas digital siswa yang berpotensi mengarah pada tindakan ekstrem.
"Jangan sampai kejadian ini terulang lagi. Sekolah perlu melakukan pemeriksaan barang secara berkala. Orang tua juga wajib memantau pergaulan dan aktivitas anak, termasuk apa yang mereka beli di media sosial," ujar Alex yang juga dikenal vokal dalam isu perlindungan anak.
Ia mendorong aparat kepolisian untuk mengusut tuntas motif pelajar tersebut serta mengedukasi generasi muda tentang bahaya bahan peledak. Komisi IV DPR, yang membidangi pendidikan, akan menggelar rapat dengar pendapat dengan Kementerian Pendidikan dan pihak terkait guna merumuskan langkah preventif.
Sebelumnya, pihak kepolisian setempat telah mengamankan R dan sejumlah barang bukti, termasuk sisa serbuk dan casing petasan. Kapolres Padang menyatakan bahwa penyelidikan masih berlangsung untuk mengetahui apakah aksi ini dilakukan sendiri atau melibatkan pihak lain.
Kepala MAN 3 Padang, dalam keterangan terpisah, menyatakan bahwa pihaknya akan segera menerapkan sistem pengecekan barang secara acak di pintu masuk. "Kami juga akan menggelar pertemuan dengan seluruh orang tua untuk membahas peningkatan pengawasan," ujarnya.
Alex Indra Lukman juga meminta pemerintah daerah untuk memperketat pengawasan distribusi bahan peledak serbuk petasan yang dijual bebas daring. Ia menegaskan, keselamatan siswa harus menjadi prioritas utama di setiap satuan pendidikan.
Comments (0)