Pramono Instruksikan Perbaikan Seluruh Lift JPO yang Rusak
BREAKING NEWS — Gubernur Pramono Anung melontarkan instruksi tegas kepada seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) agar segera memperbaiki setiap lift di jembatan penyeberangan orang (JPO) yang men...
BREAKING NEWS — Gubernur Pramono Anung melontarkan instruksi tegas kepada seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) agar segera memperbaiki setiap lift di jembatan penyeberangan orang (JPO) yang mengalami kerusakan. Perintah ini disampaikan baru-baru ini usai ia menerima laporan tentang banyaknya fasilitas publik yang tak berfungsi. Pramono menekankan bahwa ketersediaan lift di JPO bukan sekadar kemewahan, melainkan hak dasar bagi penyandang disabilitas, lansia, ibu hamil, dan warga berkebutuhan khusus lainnya. “Mereka berhak melintas dengan aman dan nyaman. Lift yang mati adalah bentuk pengabaian,” tegasnya di hadapan jajaran OPD terkait.
Data Kerusakan dan Target Perbaikan
Berdasarkan data sementara yang dihimpun redaksi, dari total 32 JPO di Jakarta yang dilengkapi lift, sebanyak 19 di antaranya dilaporkan tidak beroperasi optimal atau rusak total. Kerusakan mencakup mesin penggerak, panel kontrol, hingga pintu yang macet. Pramono memberi tenggat waktu maksimal 14 hari kerja agar semua lift kembali berfungsi.
- 19 lift JPO teridentifikasi rusak atau mati total di seluruh wilayah DKI Jakarta.
- Dinas Perhubungan dan Dinas Bina Marga akan memimpin perbaikan secara serentak.
- Pramono meminta laporan perkembangan setiap 3 hari sekali.
JPO Pesanggrahan yang diresmikan pada 30 Desember 2025 lalu dengan desain ikonik dan lift panoramic justru menjadi bukti bahwa Jakarta mampu menghadirkan fasilitas kelas dunia. Namun, Pramono menyayangkan kontradiksi yang mencolok. Di saat yang sama, lift di JPO Manggarai, JPO Slipi, dan JPO Cawang malah terbengkalai. Ia menyebut ironi ini sebagai ‘tamparan’ bagi tata kelola perkotaan. “Fasilitas yang sudah dibangun harus dijaga bersama agar tidak mubazir dan mengecewakan publik,” ucapnya. Kontraktor yang abai bakal dikenai sanksi tegas sesuai klausul kontrak.
Respons dan Dukungan Publik
Komunitas penyandang disabilitas menyambut baik instruksi ini. Ketua Perkumpulan Disabilitas Jakarta, Andi Saputra, mengapresiasi langkah cepat gubernur. “Kami sering terpaksa menyeberang di jalan karena lift JPO mati. Ini membahayakan nyawa,” ungkapnya saat dihubungi terpisah. Seorang ibu rumah tangga di kawasan Tanjung Priok, Sari, mengeluhkan hal serupa. Ia harus menggendong anaknya menaiki tangga JPO yang tinggi setiap hari. “Kalau lift-nya nyala, saya tidak perlu kelelahan begini,” katanya. Pemprov DKI menegaskan bahwa seluruh aduan warga bisa disampaikan langsung melalui aplikasi Jakarta Kini agar ditindaklanjuti dalam hitungan jam.
UPDATE: Hingga berita ini diturunkan, sejumlah OPD sudah mulai menerjunkan petugas ke titik-titik JPO prioritas untuk pengecekan awal. Tim di lapangan melaporkan JPO di kawasan Sudirman-Thamrin telah dipasangi pembatas dan teknisi sedang bekerja. Pramono berjanji akan melakukan inspeksi mendadak dalam sepekan ke depan untuk memastikan percepatan perbaikan berjalan sesuai target.
Comments (0)