Situ Rawabinong Jadi Saksi Meriahnya Hajat Bumi Warga Bekasi
BARU SAJA, kemeriahan menyelimuti kawasan Situ Rawabinong, Desa Hegarmukti, Kabupaten Bekasi. Ribuan warga tumpah ruah mengikuti prosesi Hajat Bumi, tradisi tahunan yang telah menjadi urat nadi budaya...
BARU SAJA, kemeriahan menyelimuti kawasan Situ Rawabinong, Desa Hegarmukti, Kabupaten Bekasi. Ribuan warga tumpah ruah mengikuti prosesi Hajat Bumi, tradisi tahunan yang telah menjadi urat nadi budaya dan simbol gotong royong masyarakat setempat. Awak media melaporkan, acara yang digelar pagi tadi ini berlangsung lebih semarak dari tahun-tahun sebelumnya.
Pantauan di lapangan, rangkaian kegiatan diawali dengan kirab panjang. Peserta mengarak tumpeng raksasa dan aneka hasil bumi dari balai desa menuju tepi situ. Suara gemuruh doa bersama dan lantunan musik tradisional khas Betawi-Sunda mengiringi langkah ribuan kaki. Penjabat daerah hingga tokoh adat terlihat hadir, duduk bersila menyatu dengan warga.
Sorotan Acara dan Fakta Kunci
- Lebih dari 1.500 warga Desa Hegarmukti dan sekitarnya terlibat langsung dalam kirab dan ritual syukuran.
- Prosesi ngalap berkah di tepi situ menjadi puncak acara, di mana warga berebut gunungan hasil bumi sebagai simbol kemakmuran.
- Dua puluh kelompok seni menampilkan tari topeng, tanjidor, dan silat beksi selama enam jam nonstop.
- Panitia mencatat, gotong royong warga menghasilkan dana swadaya sebesar Rp85 juta hanya dalam dua pekan persiapan.
- Badan Pelestarian Nilai Budaya setempat menyebut Hajat Bumi Situ Rawabinong telah terdaftar sebagai Warisan Budaya Takbenda sejak 2023.
UPDATE dari pendopo acara, Pemerintah Kabupaten Bekasi melalui Asisten Daerah Bidang Kesejahteraan Rakyat memberikan apresiasi setinggi-tingginya. "Semangat warga Hegarmukti dalam merawat tradisi ini adalah teladan. Tidak hanya melestarikan budaya, tetapi juga mengukuhkan modal sosial yang mahal harganya," ujar perwakilan pemkab yang dikonfirmasi tim kami. Apresiasi ini diperkuat dengan penyerahan bantuan alat kesenian kepada sanggar lokal yang selama ini menjadi motor penggerak tradisi.
Di balik gegap gempita, tersimpan pesan konservasi yang kuat. Situ Rawabinong yang menjadi pusat ritual adalah sumber air vital bagi tiga desa. Tradisi ini sekaligus menjadi mekanisme kultural warga untuk menjaga kelestarian situ. Warga bergotong royong membersihkan kawasan situ seminggu penuh sebelum acara. Sampah anorganik berhasil dikurangi hingga 40 persen dibanding hari biasa, menurut data relawan lingkungan setempat.
Tokoh adat Desa Hegarmukti, Abah Emen, menuturkan bahwa Hajat Bumi bukan sekadar seremoni. "Ini diploma hidup kami dengan alam. Kalau kami abai, kami sendiri yang celaka," tegasnya. Nilai-nilai inilah yang kini coba diwariskan ke generasi muda melalui pelibatan pelajar dalam setiap tahapan acara, mulai dari pembuatan dekorasi hingga menjadi bagian dari tim dokumentasi.
Dengan suksesnya gelaran tahun ini, pemerintah desa berencana mengemas Hajat Bumi Situ Rawabinong menjadi paket wisata budaya tahunan yang masuk kalender resmi Kabupaten Bekasi. Harapannya, tradisi ini tak hanya menjamin kohesi sosial, tetapi juga menjadi pemicu ekonomi kerakyatan.
Baca juga:
Comments (0)