Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Medan, Dr. M. Agha Novrian, S.STP., M.Si., memaparkan Laporan Akhir Proyek Perubahan dalam Seminar Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat II Angkatan XII Tahun 2026. Forum bergengsi itu berlangsung di Ruang Seminar BPSDM Provinsi Sumatera Utara, Rabu (23/9/2026), dan dihadiri dewan penguji, mentor, serta coach yang menilai langsung kualitas inovasi yang diusung.
Dalam paparannya, Agha mempresentasikan proyek perubahan bertajuk Layanan Optimal Kolaborasi Ekstensifikasi Terpadu (LOKET) Pajak, yang kemudian dikembangkan menjadi eLoket Pajak. Inovasi ini dirancang untuk memperkuat integrasi layanan perpajakan, meningkatkan kolaborasi antarinstansi, memperluas basis data dan penerimaan pajak, sekaligus mendorong pengelolaan pendapatan daerah yang lebih transparan dan akuntabel.
"Proyek ini bukan sekadar aplikasi baru, tetapi upaya menyatukan data dan layanan lintas perangkat daerah agar potensi pajak daerah bisa terkelola secara optimal," ujar Agha di hadapan dewan penguji.
Alur eLoket Pajak: dari Persoalan hingga Capaian
Di hadapan dewan penguji, Agha memaparkan tahapan pelaksanaan proyek perubahan secara sistematis. Proses dimulai dari identifikasi berbagai persoalan pelayanan dan pengelolaan data perpajakan, penyusunan strategi kolaborasi antarinstansi, pengembangan sistem, hingga capaian yang telah dituangkan dalam laporan akhir.
Pendekatan itu menempatkan ekstensifikasi pajak sebagai kunci, yakni upaya menjangkau wajib pajak baru dan memperluas basis penerimaan tanpa harus menaikkan tarif. Melalui eLoket, integrasi data antarinstansi diharapkan memangkas tumpang tindih informasi yang selama ini menjadi hambatan klasik pelayanan publik di daerah.
| Aspek | Sebelum Inovasi | Setelah eLoket Pajak |
|---|---|---|
| Layanan perpajakan | Tersebar, manual | Terintegrasi satu jalur |
| Kolaborasi instansi | Terbatas | Lintas perangkat daerah |
| Data & penerimaan | Parsial | Basis data diperluas |
Penguatan Kepemimpinan dan Pengelolaan Pendapatan
Seminar PKN II menjadi momentum penting bagi Agha untuk menunjukkan kapasitas kepemimpinan strategis. Dalam pelaksanaan PKN II tersebut, Dr. Drs. Citra Effendy berperan sebagai mentor dan coach yang mendampingi proses penyusunan proyek hingga tahap pelaporan akhir. Kehadiran sejumlah pihak dalam forum itu menegaskan bahwa proyek perubahan tidak berhenti pada tataran gagasan, melainkan telah melewati tahap implementasi.
Menurut Agha, eLoket Pajak dirancang adaptif terhadap kebutuhan zaman. Sistem ini tidak sekadar mempermudah wajib pajak, tetapi juga memperkuat fungsi pengawasan dan pemetaan potensi penerimaan. Dengan begitu, pemerintah kota dapat mengambil keputusan fiskal berbasis data yang lebih akurat.
Optimalisasi pendapatan daerah menjadi taruhan utama. Bila integrasi berjalan mulus, Bapenda Kota Medan berpeluang menekan kebocoran penerimaan sekaligus menaikkan rasio kepatuhan wajib pajak.
"Ke depan, kolaborasi antarinstansi akan terus kami perkuat agar setiap potensi pajak terkelola secara transparan dan akuntabel," tambahnya.
Proyek perubahan ini sekaligus menjadi cermin arah pembenahan pelayanan publik di Kota Medan: mendekatkan layanan kepada masyarakat, menyatukan langkah antar-OPD, dan menjadikan data sebagai fondasi kebijakan. Jika konsisten dijalankan, eLoket Pajak bisa menjadi rujukan daerah lain dalam mengelola pendapatan secara modern.
Comments (0)