Sep 17, 2026
Sumatera Utara

MEDAN — Pemko Medan Proyeksikan Belanja Daerah 2027 Tembus Rp7,16 Triliun

Pemerintah Kota (Pemko) Medan secara resmi menyusun kerangka arah kebijakan fiskal untuk masa mendatang. Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, memproy

MEDAN — Pemko Medan Proyeksikan Belanja Daerah 2027 Tembus Rp7,16 Triliun

Pemerintah Kota (Pemko) Medan secara resmi menyusun kerangka arah kebijakan fiskal untuk masa mendatang. Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, memproyeksikan alokasi anggaran belanja daerah pada Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Medan Tahun Anggaran 2027 mencapai angka Rp 7,16 triliun.

Penyampaian Nota Keuangan dan Ranperda APBD 2027 tersebut dilakukan secara terbuka di hadapan pimpinan serta jajaran anggota legislatif, guna memastikan akselerasi pembangunan perkotaan dan penguatan layanan publik dapat berjalan terukur dan berkesinambungan.

Kronologi Penyampaian Nota Keuangan di Gedung DPRD Medan

Rangkaian penyusunan rancangan anggaran daerah tersebut dirumuskan secara bertahap melalui sejumlah agenda penting yang bergulir di parlemen daerah:

  1. Pembukaan Rapat Paripurna (Senin, 14 September 2026): Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Medan membuka forum sidang paripurna resmi di Gedung DPRD Kota Medan dengan agenda tunggal pembacaan Nota Keuangan Ranperda APBD 2027.
  2. Pemaparan Target Fiskal oleh Wali Kota: Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas secara langsung menjabarkan postur asumsi makro ekonomi daerah, target pendapatan asli daerah (PAD), serta estimasi pagu belanja daerah senilai Rp 7,16 triliun.
  3. Penyerahan Dokumen Ranperda: Berkas Ranperda APBD 2027 diserahkan secara simbolis dari pihak eksekutif kepada pimpinan DPRD Kota Medan untuk masuk ke tahap pandangan umum fraksi serta pembahasan komisi.

Fokus Pengalokasian Anggaran dan 17 Program Prioritas

Besaran pagu belanja daerah sebesar Rp 7,16 triliun tersebut disiapkan untuk menopang realisasi 17 program prioritas pembangunan Kota Medan. Rico Waas menegaskan bahwa postur anggaran belanja tidak hanya berorientasi pada pembangunan fisik, tetapi juga ditujukan untuk memperkuat daya saing sumber daya manusia dan jaring pengaman sosial warga.

Fokus alokasi belanja daerah difokuskan pada penanganan infrastruktur drainase perkotaan guna meminimalkan titik genangan banjir, perbaikan konektivitas jalan, modernisasi tata kelola transportasi massal, serta peningkatan fasilitas kesehatan masyarakat berbasis Universal Health Coverage (UHC). Di samping itu, sektor pendidikan, revitalisasi kawasan cagar budaya, dan stimulus permodalan bagi pelaku UMKM tetap menjadi pilar utama penggunaan anggaran.

Optimalisasi Pendapatan Daerah dan Efisiensi Belanja

Dalam laporannya, Pemko Medan berkomitmen menjaga kesinambungan fiskal melalui intensifikasi dan ekstensifikasi penerimaan daerah. Digitalisasi sistem perpajakan dan retribusi daerah terus diperluas guna menekan kebocoran anggaran serta mendongkrak PAD secara optimal tanpa membebani iklim investasi.

Pemerintah Kota Medan bersama DPRD menargetkan pembahasan detail Ranperda APBD 2027 dapat dituntaskan secara tepat waktu, sehingga seluruh program kerja strategis yang menyentuh kepentingan langsung masyarakat dapat diimplementasikan secara efektif dan transparan.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS fitri-handayani

Reporter Breaking News. Siap siaga 24/7 untuk peristiwa besar.

Comments (0)

User