Tiga Anggota DPRD TTU Diperiksa, Bantah Intimidasi Dokter Icha

Kupang, NTT — Polda Nusa Tenggara Timur mengonfirmasi pemeriksaan terhadap empat terduga pelaku intimidasi terhadap Dokter Icha, termasuk tiga anggota DPRD Timor Tengah Utara, yang berlangsung inten...

Jul 16, 2026 - 23:02
0 0
Tiga Anggota DPRD TTU Diperiksa, Bantah Intimidasi Dokter Icha

Kupang, NTT — Polda Nusa Tenggara Timur mengonfirmasi pemeriksaan terhadap empat terduga pelaku intimidasi terhadap Dokter Icha, termasuk tiga anggota DPRD Timor Tengah Utara, yang berlangsung intensif sejak pagi tadi. Keempatnya membantah seluruh tuduhan dalam sesi klarifikasi perdana tersebut.

Pemeriksaan digelar di ruang penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum. Hingga berita ini diturunkan, keempat terduga masih menjalani proses klarifikasi secara maraton. Sumber internal kepolisian menyebutkan para terduga dicecar mengenai dugaan tekanan verbal yang dilaporkan korban.

Namun, mereka konsisten menyangkal telah melakukan intimidasi. Kuasa hukum para terduga, yang turut mendampingi, menegaskan kliennya siap kooperatif dan menghormati proses hukum. "Tidak ada niat intimidasi, ini akan kami buktikan lewat fakta persidangan nanti," ujar salah satu pengacara di sela pemeriksaan.

Fakta Kunci Pemeriksaan

  • Empat terduga diperiksa, tiga di antaranya anggota DPRD TTU.
  • Mereka secara tegas membantah semua tuduhan intimidasi.
  • Pemeriksaan berlangsung di Mapolda NTT, dipimpin oleh penyidik Ditreskrimum.
  • Belum ada penetapan tersangka; status masih saksi.
  • Polisi mengantongi rekaman viral dan keterangan saksi pelapor.
  • Kasus ini mencuat setelah curhat Dokter Icha beredar luas di media sosial.

Kronologi bermula ketika Dokter Icha, yang bertugas di Puskesmas setempat, mengadukan perlakuan tidak menyenangkan dari sejumlah oknum dewan saat sedang menjalankan pelayanan kesehatan. Laporan itu langsung ditindaklanjuti dengan pemanggilan para terduga.

Ketua DPRD TTU, saat dikonfirmasi terpisah, menyatakan pihaknya menghormati proses hukum yang tengah berjalan. Ia meminta semua pihak untuk menahan diri dan tidak berspekulasi sebelum ada hasil resmi dari kepolisian.

Sementara itu, organisasi profesi dokter di NTT menyampaikan keprihatinan mendalam. Mereka mendesak penegakan hukum yang adil serta perlindungan terhadap tenaga kesehatan yang sedang menjalankan tugas. "Intimidasi dalam bentuk apa pun tidak bisa ditoleransi," kata perwakilan organisasi.

Polda NTT memastikan akan terus mendalami kasus ini secara profesional. Pemeriksaan terhadap pelapor dan saksi-saksi lain dijadwalkan dalam waktu dekat untuk memperkuat alat bukti. Publik kini menanti perkembangan selanjutnya dari kasus yang kian menjadi sorotan ini.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User