Tangisan Pelayat Saat Peti Jenazah Ayatollah Khamenei Ditampilkan
Suasana duka mendalam menyelimuti Grand Mosalla di Teheran. Untuk pertama kalinya, peti jenazah mantan pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, ditampilkan di hadapan publik. Tangisan histeri
Suasana duka mendalam menyelimuti Grand Mosalla di Teheran. Untuk pertama kalinya, peti jenazah mantan pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, ditampilkan di hadapan publik. Tangisan histeris para pelayat langsung pecah begitu peti berbalut bendera Iran itu diarak memasuki masjid agung yang juga dikenal sebagai Masjid Agung Imam Khomeini. Prosesi ini terjadi setelah almarhum meninggal dunia akibat serangan udara gabungan Amerika Serikat dan Israel pada penghujung Februari lalu.
Berdasarkan laporan yang dihimpun media kami, Sabtu (4/7/2026), suasana tidak hanya dipenuhi isak tangis, para pelayat juga terus meneriakkan slogan-slogan keagamaan di sepanjang prosesi. Mereka berpakaian hitam dan membawa poster-poster bertuliskan kutipan suci serta seruan pembalasan. Sejumlah foto yang dirilis kantor berita dan media Iran, seperti dilansir AFP dan The National News pada Jumat (3/7), memperlihatkan puluhan ribu pelayat membanjiri area sekitar Imam Khomeini Mosalla. Peti jenazah Khamenei diusung bergantian oleh tokoh militer, pejabat tinggi pemerintahan sementara, dan para ulama senior.
Lautan Duka dan Amarah di Jantung Teheran
Cuplikan visual yang beredar memperlihatkan pemandangan yang begitu emosional. Saat peti jenazah memasuki pelataran utama, jeritan histeris menggema, sementara sebagian pelayat berusaha menerobos barikade keamanan untuk sekadar menyentuh atau mencium peti pemimpin yang memerintah Iran selama lebih dari tiga dekade tersebut. Bendera Iran yang membalut peti menjadi simbol betapa kematian ini dianggap sebagai pukulan langsung terhadap kedaulatan negara.
"Kami tidak akan pernah melupakan darah syuhada kami," teriak seorang pelayat di tengah kerumunan. "Amerika dan Israel harus membayar mahal atas apa yang telah mereka lakukan."
Aparat keamanan Iran menerjunkan ribuan personel gabungan dari Garda Revolusi dan pasukan Basij untuk mengamankan jalannya seremoni. Skema pengamanan berlapis diberlakukan mulai dari pintu masuk Teheran hingga ruang utama persemayaman, mengantisipasi potensi gangguan di tengah ketegangan regional yang tengah memuncak.
Peringatan Keras AS dan Eskalasi Regional
Di tengah berkabungnya Iran, Amerika Serikat justru melontarkan peringatan keras. Washington me-wanti-wanti Teheran agar tak melakukan perubahan apa pun terhadap status quo di Selat Hormuz, jalur vital pengiriman energi global. Sejumlah pejabat Pentagon dikabarkan telah mengerahkan aset militer tambahan ke Teluk Persia untuk mengantisipasi potensi aksi balasan atau penutupan jalur perairan strategis tersebut.
Kematian Ayatollah Khamenei membuka babak baru yang penuh ketidakpastian di Timur Tengah. Dunia kini menantikan langkah politik dan militer selanjutnya dari Teheran, sembari mendoakan agar duka yang menyelimuti masjid agung itu tidak berubah menjadi api peperangan yang lebih luas.
Comments (0)