Politisi Golkar Desak Hukum Tegas Pengeroyok Pencuri Ayam di Bali

BREAKING—Seorang pria tewas dikeroyok massa setelah dituduh mencuri ayam di kawasan Bali. Anggota DPR dari Fraksi Golkar, Ahmad Irawan, langsung merespons insiden itu dengan mendesak penegakan hukum...

Jul 28, 2026 - 09:34
0 0
Politisi Golkar Desak Hukum Tegas Pengeroyok Pencuri Ayam di Bali

BREAKING—Seorang pria tewas dikeroyok massa setelah dituduh mencuri ayam di kawasan Bali. Anggota DPR dari Fraksi Golkar, Ahmad Irawan, langsung merespons insiden itu dengan mendesak penegakan hukum tanpa kompromi. Ia menegaskan aksi main hakim sendiri tidak boleh ditoleransi.

Kronologi dan Fakta di Lapangan

Peristiwa terjadi pada Minggu malam di sebuah desa yang belum diungkap detailnya. Korban berinisial S (35) diduga mencuri seekor ayam milik warga. Sejumlah orang yang memergoki langsung berteriak "maling" dan memicu amuk massa. Dalam hitungan menit, korban sudah dikepung dan dihakimi.

Saat ditemukan, S mengalami luka parah di bagian kepala dan dada akibat hantaman benda tumpul. Ia sempat dilarikan ke fasilitas kesehatan terdekat, namun nyawanya tak tertolong. Polisi telah mengamankan beberapa saksi dan mengidentifikasi terduga pengeroyok.

  • Korban: Pria 35 tahun, tewas dengan luka berat di kepala dan dada.
  • Pemicu: Tuduhan pencurian ayam di lingkungan setempat.
  • Status: Polisi mengejar para pelaku, belum ada tersangka ditahan.

Reaksi Legislator

Ahmad Irawan mengecam keras tindakan sewenang-wenang massa. "Negara tidak boleh kalah dari amuk warga. Siapa pun yang terlibat harus diproses dengan pasal berlapis," ujar Irawan dalam keterangan tertulis, Selasa. Ia meminta kepolisian menerapkan Pasal 170 KUHP tentang pengeroyokan yang mengakibatkan kematian dengan ancaman 12 tahun penjara.

Politisi Golkar itu menekankan bahwa pencurian adalah pelanggaran hukum yang harus diselesaikan melalui sistem peradilan. "Ini bukan soal ayam, ini tentang nyawa manusia. Masyarakat harus sadar bahwa main hakim sendiri justru menciptakan pelaku kejahatan baru," tegasnya.

Irawan juga mendorong evaluasi menyeluruh terhadap budaya main hakim sendiri yang marak terjadi. Ia mengusulkan agar sosialisasi hukum digencarkan hingga ke tingkat desa. Lembaga bantuan hukum mencatat tren peningkatan kasus serupa dalam dua tahun terakhir, dipicu oleh ketidakpercayaan terhadap proses hukum formal.

Pihak kepolisian setempat menyatakan akan menindak tegas para pelaku. "Kami sudah mengantongi identitas beberapa terduga. Masyarakat diimbau untuk tidak mengambil jalan pintas dengan kekerasan," ujar seorang perwira. Hingga berita ini diturunkan, penyelidikan masih berlangsung intensif.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User