MAKI Desak Geledah Rumah Eks Jam Pidsus Febrie
BARU SAJA – Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) langsung mengeluarkan desakan mendesak kepada Kejaksaan Agung. Mereka mendesak penyidik segera menggeledah rumah pribadi mantan Jaksa Agung Muda ...
BARU SAJA – Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) langsung mengeluarkan desakan mendesak kepada Kejaksaan Agung. Mereka mendesak penyidik segera menggeledah rumah pribadi mantan Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus, Febrie Adriansyah.
Desakan ini terpicu setelah Febrie diumumkan sebagai tersangka Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU).
MAKI menilai penggeledahan di kediaman kawasan Kebayoran sangat krusial untuk mengamankan bukti.
Profil Singkat Tersangka
Febrie Adriansyah adalah jaksa senior yang pernah memimpin penindakan perkara besar di Indonesia. Reputasinya kini diuji oleh kasus yang menyeret namanya sendiri.
Ia diduga menyembunyikan aset-aset hasil korupsi melalui sistem pencucian uang yang rumit.
Febrie Adriansyah pensiun dari Kejaksaan Agung tahun lalu. Namun jejaknya dalam penanganan kasus-kasus korupsi besar masih membekas.
Rumah di Kebayoran dikabarkan memiliki beberapa ruang rahasia. Penyidik menduga bukti TPPU mungkin tersembunyi di sana.
Desakan Kuat MAKI
Koordinator MAKI secara resmi menyurati Kejaksaan Agung pagi ini. Surat tersebut meminta penyidik bergerak dalam waktu 1x24 jam.
- Target Utama: Rumah pribadi Febrie di kawasan Kebayoran.
- Tujuan: Menyita dokumen keuangan, elektronik, dan aset fisik.
- Kekhawatiran: Barang bukti rawan dimusnahkan atau dipindahkan.
"Ini adalah ujian integritas bagi Kejaksaan Agung. Kami tidak akan tinggal diam jika ada hambatan," tegas MAKI dalam pernyataan tertulisnya.
MAKI juga meminta penyidik untuk memanggil saksi-saksi dekat Febrie. Termasuk keluarga dan staf pribadinya.
Kronologi Singkat
Status tersangka Febrie mencuat setelah penyidik menemukan aliran dana mencurigakan. Transaksi-transaksi itu diduga mengarah ke beberapa rekening pribadi.
Rumah Kebayoran disebut-sebut sebagai pusat komando operasi tersembunyi Febrie.
Respons Kejaksaan
Kejaksaan Agung belum mengeluarkan pernyataan resmi terkait desakan ini. Namun sumber internal mengisyaratkan penggeledahan akan dilaksanakan segera.
Juru bicara Kejagung dijadwalkan memberikan keterangan pers pada sore hari ini.
Pengamat hukum menekankan pentingnya independensi penyidik. Mereka khawatir ada intervensi internal.
Dampak dan Ekspektasi Publik
Penggeledahan ini diharapkan membuka tabir dugaan TPPU yang lebih luas. Masyarakat menantikan transparansi penuh dari proses hukum yang berjalan.
MAKI mengancam akan menggelar aksi massa jika Kejaksaan bergerak lambat.
Saksi mata di sekitar Kebayoran melaporkan suasana masih tenang. Tidak ada aktivitas mencurigakan yang terpantau.
Masyarakat Antikorupsi terus mengawal kasus ini. Mereka mendesak Kejaksaan untuk tidak setengah hati dalam menindak mantan petingginya sendiri. Mereka menuntut keadilan ditegakkan tanpa pandang bulu.
UPDATE – Tim investigasi kami terus memantau perkembangan dan akan menyampaikan informasi terkini. Laporan akan terbit secara berkala untuk menyajikan perkembangan terbaru.
Comments (0)