Marak Begal, Polisi Tingkatkan Patroli di Bandung

BANDUNG – Gelombang aksi perampasan sepeda motor dengan kekerasan atau begal mengguncang Kota Bandung dan memaksa aparat kepolisian menaikkan status kewaspadaan menjadi siaga tertinggi.Dalam kurun t...

Jul 20, 2026 - 01:03
0 0
Marak Begal, Polisi Tingkatkan Patroli di Bandung

BANDUNG – Gelombang aksi perampasan sepeda motor dengan kekerasan atau begal mengguncang Kota Bandung dan memaksa aparat kepolisian menaikkan status kewaspadaan menjadi siaga tertinggi.

Dalam kurun tujuh hari terakhir, sedikitnya 17 insiden begal terekam di berbagai wilayah, mulai dari pusat perbelanjaan hingga permukiman padat. Dua di antaranya menyebabkan korban luka berat akibat sabetan senjata tajam. Pelaku, yang rata-rata beroperasi dalam kelompok tiga hingga lima orang, semakin nekat menjalankan aksinya bahkan pada jam-jam sibuk warga pulang kerja.

Data Mencekam: Satu Serangan Tiap 12 Jam

Ketua Satuan Reserse Kriminal Polrestabes Bandung, Komisaris Besar (Kombes) Dani Hamdani, menegaskan bahwa lonjakan ini belum pernah terjadi sebelumnya. “Sejak awal bulan, kami mencatat 34 laporan dengan modus yang hampir seragam: menghentikan korban dengan berpura-pura menanyakan alamat, lalu mengancam pakai golok atau pisau,” ujarnya dalam konferensi pers kilat pagi tadi.

Angka itu berarti rata-rata satu warga menjadi target begal setiap 12 jam sekali. Hotspot tertinggi tercatat di Jalan Soekarno-Hatta, kawasan Cimahi Selatan, serta sepanjang koridor Pasteur hingga Ledeng. Pola pergerakan pelaku yang cepat dan acak membuat pemetaan titik rawan terus diperbarui setiap hari.

Patroli Tempel dan “Shock Therapy”

Sebagai respons darurat, Kapolda Jabar menginstruksikan penggelaran 200 personel tambahan dari Brimob dan Sabhara ke seluruh polsek. Mereka dibekali senjata laras panjang dan dikawal kendaraan taktis untuk menerapkan strategi patroli tempel 24 jam. Titik fokus pengawasan meliputi jalan protokol gelap, jalur alternatif tanpa penerangan, serta perempatan sepi di jam rawan.

“Kami juga menjalankan shock therapy berupa razia kendaraan bermotor tanpa kelengkapan surat dan identitas pengendara di sejumlah check point acak,” tambah Kombes Dani. Operasi yang digelar sejak tiga hari lalu ini berhasil mengamankan 6 orang yang kini berstatus sebagai tersangka utama dalam beberapa aksi begal yang terekam CCTV warga.

Warga Bentuk Pos Jaga Mandiri

Tekanan dari aksi begal ini juga melahirkan inisiatif pengamanan mandiri di tingkat RT. Di Kelurahan Sukamaju, Kecamatan Bandung Kulon, warga sepakat memberlakukan sistem ronda bergilir dan menutup akses jalan-jalan tikus dengan portal semi permanen pada pukul 22.00 WIB.

“Dulu mungkin sebulan sekali kami dengar kabar begal, sekarang hampir tiap malam ada grup WhatsApp yang melapor. Kami tidak bisa hanya mengandalkan patroli polisi karena wilayah kami sangat luas,” kata Asep, koordinator keamanan lingkungan setempat. Ia menambahkan, para pemuda setempat kini dilengkapi tongkat bambu dan lampu senter untuk berjaga di pos-pos strategis yang sudah dikoordinasikan dengan Babinsa.

Imbauan: Tinggalkan Barang, Utamakan Nyawa

Di tengah eskalasi ini, Polrestabes Bandung menerbitkan imbauan tertulis yang disebarkan lewat media sosial dan radio komunitas. Intinya: jika dihadang pelaku yang membawa senjata, jangan melakukan perlawanan, serahkan kendaraan atau barang berharga yang diminta, lalu segera laporkan ke nomor hotline darurat 110 yang kini dikoneksikan langsung ke tim reaksi cepat.

Pihak berwenang juga meminta masyarakat menghindari rute sepi setelah pukul 21.00, memastikan sepeda motor dalam kondisi prima, dan selalu mengaktifkan fitur pelacak GPS jika tersedia. “Keselamatan individu adalah prioritas utama. Pelaku sudah tak segan melukai; jangan sampai nyawa jadi taruhan,” pungkas Kombes Dani.

Hingga berita ini diturunkan, status siaga tinggi masih berlaku dan seluruh jajaran kepolisian di Bandung Raya diminta tidak mengajukan cuti hingga situasi dinyatakan kondusif.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User