Oct 20, 2026
breaking

Polisi: Tak Ada Racun di Klinik Mordent, Bukti Dikirim ke Labfor

JAKARTA — Hasil pemeriksaan sementara yang dilakukan tim penyidik di Klinik Mordent, Jakarta Selatan, tidak mendeteksi adanya kandungan zat beracun yang semula diduga menjadi pemicu kematian Sutrimo...

Polisi: Tak Ada Racun di Klinik Mordent, Bukti Dikirim ke Labfor

JAKARTA — Hasil pemeriksaan sementara yang dilakukan tim penyidik di Klinik Mordent, Jakarta Selatan, tidak mendeteksi adanya kandungan zat beracun yang semula diduga menjadi pemicu kematian Sutrimo. Temuan ini menjadi titik terang sekaligus membuka babak baru dalam penyelidikan kasus yang menyita perhatian publik tersebut.

Penyidik yang mendatangi lokasi pada awal pekan ini langsung melakukan serangkaian uji cepat terhadap sejumlah material mencurigakan. Namun setelah proses pengujian di tempat, seluruh sampel yang diambil menunjukkan hasil negatif terhadap indikasi racun. Keterangan ini dibenarkan oleh sumber internal kepolisian yang enggan disebutkan identitasnya.

Tidak Ada Zat Beracun, Tapi Penyelidikan Berlanjut

Meskipun uji awal tidak menemukan bukti keracunan, pihak kepolisian tidak serta merta menghentikan penyelidikan. Sebaliknya, langkah investigasi justru diperdalam dengan melibatkan Laboratorium Forensik (Labfor) untuk melakukan analisis yang lebih menyeluruh. Sejumlah barang bukti kritis, termasuk sampel obat, alat suntik, dan cairan infus, telah disita dan dikirim ke laboratorium tersebut.

“Kami masih menunggu hasil uji laboratorium yang memakan waktu beberapa hari ke depan. Meskipun di lokasi tidak ditemukan racun, bukan berarti kasus ini selesai. Masih banyak aspek yang harus kami dalami,” ujar seorang perwira yang terlibat dalam tim investigasi, seraya menolak menyebutkan detail lebih lanjut karena alasan sensitivitas penyidikan.

Kronologi dan Dugaan Awal

Sutrimo dilaporkan meninggal dunia beberapa saat setelah menjalani prosedur medis di Klinik Mordent pada pekan sebelumnya. Keluarga korban langsung melaporkan kejadian ini ke polisi dengan dugaan adanya malapraktik yang berujung pada kematian. Spekulasi soal racun muncul setelah beberapa anggota keluarga melihat perubahan fisik yang mencurigakan pada jenazah sebelum proses autopsi.

Klinik Mordent sendiri merupakan fasilitas kesehatan yang beroperasi di bawah naungan dokter gigi, namun belakangan diketahui juga menyediakan layanan kecantikan dan perawatan tubuh. Status praktik klinik ini kini berada di bawah pengawasan ketat pihak berwenang, meskipun belum ada perintah penutupan resmi.

Barang Bukti dan Uji Labfor

Keputusan mengirimkan barang bukti ke Labfor bukan hanya untuk mendeteksi racun, tetapi juga untuk mengidentifikasi kemungkinan adanya zat lain yang bisa memicu reaksi fatal pada tubuh korban. Penyidik juga tengah mengincar rekam medis Sutrimo serta keterangan dari tenaga medis yang bertugas saat kejadian.

“Labfor akan menguji semua sampel dengan metode yang lebih sensitif. Kami tidak hanya mencari racun konvensional, tapi juga substansi kimiawi lain yang mungkin tidak terdeteksi oleh alat uji cepat di lapangan,” tambah sumber di kepolisian.

Respons Keluarga dan Publik

Keluarga Sutrimo menyambut perkembangan ini dengan harapan tinggi namun juga kehati-hatian. Pihak keluarga menuntut agar seluruh proses dilakukan secara transparan dan tidak menutup kemungkinan adanya unsur kelalaian dari pihak klinik.

Publik pun terus memantau perkembangan kasus ini melalui media sosial dan pemberitaan, mendorong agar aparat penegak hukum tidak terburu-buru menyimpulkan sebelum seluruh bukti ilmiah terkumpul. Kasus ini menjadi sorotan karena menyangkut keamanan praktik kesehatan di wilayah Jakarta Selatan.

Langkah Selanjutnya

Polisi berjanji akan merilis hasil uji Labfor begitu keluar. Sementara itu, penyidik melanjutkan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi, termasuk dokter dan perawat yang bertugas pada hari kematian Sutrimo. Apabila kelak terbukti tidak ada unsur racun, arah penyelidikan bisa bergeser ke kemungkinan malapraktik, kelalaian, atau pelanggaran administratif klinik.

Kasus ini masih terus bergulir. Publik menanti hasil uji laboratorium yang akan menjadi penentu arah penyidikan selanjutnya.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS admin

Comments (0)

User