Pendampingan Darurat Anak Kecanduan BBM di Sukabumi

SUKABUMI, BARU SAJA — Kementerian Sosial (Kemensos) menerjunkan tim khusus untuk mendampingi seorang anak yatim piatu berinisial H (11) yang mengalami kecanduan akut menghirup uap bahan bakar minyak...

Jul 12, 2026 - 12:44
0 0
Pendampingan Darurat Anak Kecanduan BBM di Sukabumi

SUKABUMI, BARU SAJA — Kementerian Sosial (Kemensos) menerjunkan tim khusus untuk mendampingi seorang anak yatim piatu berinisial H (11) yang mengalami kecanduan akut menghirup uap bahan bakar minyak (BBM) di Sukabumi. Langkah ini diambil setelah laporan warga tentang kondisi darurat sang anak.

H, yang juga tercatat memiliki disabilitas sensorik, diketahui sudah berbulan-bulan terpapar aroma bensin. Ia kerap mendatangi bengkel atau tempat penampungan BBM untuk sekadar mencium bau tersebut. Kebiasaan ini memicu kekhawatiran serius dari masyarakat sekitar.

Intervensi Cepat Tim Ahli

Tim dari Sentra Terpadu Kemensos langsung melakukan asesmen menyeluruh. Mereka menggali faktor psikologis dan lingkungan yang mendorong perilaku tersebut. Hasil pemeriksaan awal menunjukkan adanya trauma mendalam akibat kehilangan kedua orang tua.

"Kami menjalankan pendekatan multidisiplin. Ada pekerja sosial, psikolog, dan terapis khusus yang terjun. Tujuannya agar penanganan tidak sekadar menghentikan kebiasaan, tapi juga menyembuhkan akar masalahnya," ungkap seorang pejabat Kemensos yang enggan disebutkan namanya.

UPDATE: Asesmen itu melibatkan pula pemeriksaan kesehatan fisik. Ini krusial karena paparan zat volatil dalam BBM bisa merusak sistem saraf, terutama pada anak-anak.

Rencana Pendampingan Berkelanjutan

Setelah asesmen, Kemensos menyusun kerangka intervensi jangka panjang. Fokus utamanya adalah rehabilitasi perilaku, konseling trauma, serta pendampingan pendidikan. H akan diintegrasikan ke dalam program perlindungan anak terpadu.

KONFIRMASI: Tidak ada paksaan dalam proses ini. Seluruh tahapan dilakukan secara sukarela dengan melibatkan wali terdekat H. Kemensos menekankan pentingnya dukungan komunitas agar pemulihan berjalan optimal.

Selain itu, layanan rujukan ke fasilitas kesehatan mental telah disiapkan. Para terapis akan memonitor perkembangan H secara berkala. Kemensos juga menggandeng pemerintah daerah setempat untuk memastikan ketersediaan sumber daya.

"Kecanduan ini seperti bom waktu. Jika tidak ditangani, dampaknya bisa permanen," ujar seorang aktivis perlindungan anak yang mengapresiasi gerak cepat Kemensos.

Fakta Kunci Soal Kondisi H

  • Usia: 11 tahun, sudah yatim piatu. Saat ini diasuh oleh kerabat jauh.
  • Disabilitas sensorik: Gangguan pemrosesan sensorik membuat H mencari rangsangan kuat, seperti bau BBM.
  • Durasi kecanduan: Diperkirakan lebih dari 6 bulan, ditemukan oleh tetangga yang curiga H sering pergi ke pom bensin.
  • Risiko kesehatan: Paparan kronis dapat menyebabkan kerusakan otak, gangguan pernapasan, dan masalah hati.
  • Intervensi darurat: H langsung dibawa ke rumah aman sementara untuk detoksifikasi lingkungan.

MENIT LALU: Kabar terbaru menyebutkan H mulai menunjukkan respons positif dalam sesi konseling awal. Meski belum sepenuhnya lepas dari keinginan menghirup BBM, frekuensinya disebut menurun sejak pendampingan intensif dimulai.

Kemensos memastikan akan terus mengawal perkembangan H. Kasus ini menjadi perhatian nasional sebagai cerminan perlunya deteksi dini masalah kesehatan mental pada anak-anak rentan.

Baca juga:

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User