Pemerintah Revitalisasi Total SDN Tanggirejo yang Rusak Akibat Rayap
Kondisi Memprihatinkan Akibat RayapRatusan siswa SD Negeri Tanggirejo, Kabupaten Grobogan, nyaris kehilangan tempat belajar. Serangan rayap telah melapukkan hampir seluruh struktur kayu penopang bangu...
Kondisi Memprihatinkan Akibat Rayap
Ratusan siswa SD Negeri Tanggirejo, Kabupaten Grobogan, nyaris kehilangan tempat belajar. Serangan rayap telah melapukkan hampir seluruh struktur kayu penopang bangunan utama sekolah. Atap bocor, dinding retak, dan lantai mulai menganga. Menurut keterangan warga, kerusakan telah terlihat sejak awal tahun namun memburuk dalam dua bulan terakhir.
Sebelum serangan rayap memburuk, sekolah ini sebenarnya sudah berusia lebih dari 20 tahun. Namun, perawatan rutin tidak mampu menahan laju kerusakan akibat rayap tanah yang menyerang dari bawah lantai. Akibatnya, beberapa ruang kelas tidak bisa digunakan sehingga siswa harus belajar bergiliran.
“Kami was-was setiap kali hujan. Beberapa ruang kelas terpaksa dikosongkan karena atap bisa roboh sewaktu-waktu,” ujar seorang guru yang enggan disebutkan namanya. Proses belajar mengajar terpaksa dilakukan bergiliran, dengan separuh siswa belajar di tenda darurat yang didirikan di halaman sekolah. Jumlah siswa yang terpaksa belajar bergiliran mencapai 150 anak dari total 180 siswa. Aktivitas ekstrakurikuler pun dihentikan sementara karena minimnya ruang aman.
Pemerintah Ambil Tindakan Cepat
Pemerintah melalui Program Revitalisasi Satuan Pendidikan langsung bergerak cepat. Setelah menerima laporan dari Dinas Pendidikan setempat, tim teknis segera diterjunkan untuk melakukan asesmen. Hasilnya, bangunan dinyatakan tidak layak pakai dan harus direvitalisasi total.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Grobogan, melalui pernyataan resminya, menyatakan bahwa proyek revitalisasi mencakup pembangunan ulang atap, penggantian seluruh kayu yang rusak dengan material anti-rayap, serta perbaikan fasilitas sanitasi. “Ini bagian dari komitmen kami untuk menjamin keamanan siswa dan guru. Tidak boleh ada anak yang belajar dalam kondisi mengancam jiwa,” tegasnya.
Proyek ini tidak sekadar perbaikan tambal sulam. Pemerintah menerapkan teknologi material anti-rayap berupa beton bertulang dan kayu olahan bertekanan tinggi. Struktur bangunan baru dirancang tahan terhadap serangan hama dan perubahan cuaca ekstrem, dipastikan lebih kokoh dan tahan lama.
Progres Pekerjaan dan Target
Pengerjaan revitalisasi dimulai pekan lalu, dengan mengerahkan pekerja bangunan dari warga sekitar. Fokus awal adalah membongkar bagian yang paling parah serta melakukan pengobatan anti-rayap pada tanah dan sisa fondasi. Dana revitalisasi dialokasikan dari APBD perbaikan sarana pendidikan darurat.
Proyek ditargetkan rampung dalam 60 hari kerja. Setelah selesai, SDN Tanggirejo akan memiliki enam ruang kelas baru yang aman, perpustakaan mini, dan ruang guru. Setiap kelas akan dilengkapi langit-langit anti-rayap dan struktur baja ringan sebagai pengganti kayu. Target penyelesaian menjelang akhir semester ini diharapkan dapat memulihkan kegiatan belajar penuh. Untuk sementara, siswa kelas atas tetap menggunakan ruang darurat di balai desa yang dipinjamkan warga.
Harapan Warga Sekolah
Orang tua siswa menyambut baik langkah pemerintah. “Kami lega anak-anak dapat segera kembali belajar dengan tenang. Selama ini kami takut sekolah roboh,” kata seorang ibu. Senada dengan itu, Kepala Sekolah SDN Tanggirejo optimistis bahwa setelah revitalisasi, semangat belajar siswa akan kembali meningkat. Pihak sekolah juga berencana melakukan penghijauan untuk memperkuat lingkungan sekitar agar tidak lagi menjadi sarang rayap.
Comments (0)