Monday, 24 August 2026 | 13:16 WIB

BNPB Siagakan Armada Modifikasi Cuaca Lawan Karhutla di Kalimantan

JAKARTA — Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memastikan kesiapan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah Indonesia, khususn...

Aug 24, 2026 - 10:30
0 0
BNPB Siagakan Armada Modifikasi Cuaca Lawan Karhutla di Kalimantan

JAKARTA — Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memastikan kesiapan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah Indonesia, khususnya Kalimantan dan Sumatera.

Kesiapan ini dikonfirmasi langsung oleh Pelaksana Tugas Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, dalam keterangan resmi yang disiarkan melalui kanal YouTube BNPB pada Minggu (23/8).

Berton menegaskan bahwa jalannya operasi modifikasi cuaca sangat bergantung pada kondisi meteorologis di lapangan. Faktor utama yang menjadi penentu adalah ketersediaan awan hujan di wilayah terdampak.

Strategi Gabungan Darat dan Udara

Dalam penanganan karhutla, BNPB mengerahkan kekuatan dari dua sisi sekaligus, yakni satuan tugas darat dan satuan tugas udara. Berbagai instrumen diterjunkan, mulai dari patroli udara untuk memantau titik api, water bombing untuk pemadaman dari udara, hingga teknik modifikasi cuaca yang disesuaikan dengan kondisi lingkungan.

Ia menjelaskan, operasi berjalan lewat satuan tugas darat dan udara dengan memakai patroli udara, water bombing, serta modifikasi cuaca yang disesuaikan kondisi meteorologisnya.

Armada dan Bahan Semai Disiagakan

BNPB juga menyiagakan armada pesawat OMC dan stok bahan semai di setiap wilayah rawan karhutla. Langkah ini diambil agar proses modifikasi cuaca bisa langsung dieksekusi begitu ada informasi mengenai potensi pertumbuhan awan hujan.

Berton menyebut kesiapan logistik menjadi kunci agar tidak ada waktu terbuang saat kondisi cuaca sudah mendukung. Begitu awan hujan terpantau, seluruh perangkat siap dioperasikan secepatnya.

Kalimantan Barat: Satu Pesawat OMC Dikerahkan

Di Kalimantan Barat, OMC menjadi bagian dari operasi udara penanganan karhutla. BNPB menempatkan satu pesawat khusus modifikasi cuaca di provinsi tersebut menyusul terpantaunya potensi pertumbuhan awan hujan.

Secara keseluruhan, armada udara yang disiagakan di Kalimantan Barat mencakup dua unit patroli udara, lima pesawat water bombing, dan satu pesawat OMC. Kekuatan udara ini digelar untuk mempercepat deteksi dan pemadaman titik api.

Operasi modifikasi cuaca di Kalimantan Barat dijadwalkan berlangsung pada 22 hingga 23 Agustus 2026. Periode itu dipilih karena adanya potensi awan hujan yang bisa dimanfaatkan.

Kalimantan Tengah: Tiga Gelombang OMC Sepanjang 2026

Kalimantan Tengah tercatat menjadi provinsi dengan jadwal OMC paling padat. Sepanjang 2026, BNPB telah menggelar modifikasi cuaca dalam tiga periode berbeda di wilayah tersebut.

Gelombang pertama berlangsung pada 16–30 Juni 2026. Setelah itu, operasi kembali dilakukan pada 30 Juli hingga 4 Agustus 2026, lalu berlanjut pada 11–15 Agustus 2026.

Berton mengonfirmasi bahwa seluruh rangkaian operasi tersebut telah selesai dijalankan. Banyaknya gelombang menunjukkan intensitas kebakaran yang cukup tinggi di provinsi itu.

Kalimantan Selatan: Terkendala Kondisi Atmosfer

Situasi berbeda terjadi di Kalimantan Selatan. Hingga kini, OMC belum bisa digelar karena kondisi atmosfer setempat belum mendukung.

BNPB menilai belum ada pertumbuhan awan yang cukup untuk mengeksekusi modifikasi cuaca. Karena itu, operasi di provinsi tersebut masih menunggu momentum yang tepat.

Meski begitu, pemantauan terhadap perkembangan atmosfer terus dilakukan. Begitu kondisi memungkinkan, OMC di Kalimantan Selatan akan segera diaktifkan.

Tantangan Kebakaran di Lahan Gambut

Berton menekankan bahwa OMC menjadi salah satu faktor penting dalam penanganan karhutla. Alasannya, sebagian besar titik api berada di lahan gambut yang sangat sulit dipadamkan.

Kebakaran gambut memiliki karakteristik khas: api menjalar di bawah permukaan tanah dan sulit terlihat dari atas. Pemadaman dari permukaan sering kali tidak efektif karena air tidak mampu menembus lapisan gambut yang membara.

Dalam kondisi seperti ini, hujan buatan menjadi andalan. Melalui OMC, pesawat menyebarkan bahan semai ke dalam awan untuk memicu proses kondensasi sehingga hujan turun lebih cepat di area terdampak.

Hujan yang dihasilkan diharapkan mampu membasahi lahan gambut secara menyeluruh dan memutus rantai api yang membara di kedalaman tanah.

Perkembangan dan Imbauan

BNPB memastikan pemantauan titik panas terus dilakukan secara intensif. Koordinasi antara satuan tugas darat dan udara juga diperkuat untuk mencegah meluasnya kebakaran.

Selain itu, masyarakat diimbau untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar. Karhutla yang terjadi kerap berawal dari aktivitas manusia, dan upaya pemadaman akan jauh lebih berat ketika api sudah membesar.

BNPB berharap kombinasi pemadaman langsung, water bombing, dan modifikasi cuaca mampu menekan luas karhutla di musim kemarau ini. Dengan kesiapan armada yang maksimal, setiap peluang hujan akan dimanfaatkan sebaik mungkin.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
tasya-kamila

Social Media Editor. Mengelola distribusi breaking news lintas platform.

Comments (0)

User