PALANGKA RAYA — Tiga personel kepolisian gugur dalam jebakan berdarah di Desa
Kronologi: Diteriaki Perampok, Langsung Dikepung Dalam jumpa pers yang digelar di Mapolda Kalteng, Senin malam (12/5), Irjen Iwan mengungkapkan bahwa trag
Kronologi: Diteriaki Perampok, Langsung Dikepung
Dalam jumpa pers yang digelar di Mapolda Kalteng, Senin malam (12/5), Irjen Iwan mengungkapkan bahwa tragedi berawal dari laporan warga soal aksi perampokan yang sedang berlangsung di salah satu rumah di Desa Tumbang Kalemei.
“Tim Buser Polres Katingan mendapat info sekitar pukul 22.00 WIB dan langsung meluncur ke TKP. Begitu tiba, bukan perampok yang mereka jumpai, tapi teriakan ‘perampok’ yang justru mengarah ke anggota kami. Itu adalah bagian dari jebakan,” terang Kapolda.
Menurut Kapolda, setibanya di lokasi, polisi langsung dikepung oleh puluhan orang tak dikenal. Mereka bersenjata tajam dan senjata api rakitan. Tim berusaha mengidentifikasi diri sebagai aparat, namun massa tetap menyerang secara membabi buta.
- 22.00 WIB: Laporan perampokan masuk ke Polres Katingan.
- 22.30 WIB: Tim Buser tiba di Tumbang Kalemei — langsung disambut teriakan “perampok”.
- 22.45 WIB: Polisi dikepung dari empat penjuru; negosiasi gagal.
- 23.00 WIB: Kontak tembak pecah selama 15 menit. Tiga personel tumbang di tempat, dua lainnya luka berat.
- Pasca-insiden: Pelaku melarikan diri ke hutan; polisi kini memburu dalang di balik penyergapan.
Kapolda: Ini Bukan Sekadar Kriminal Biasa
Kapolda menegaskan insiden ini jauh dari kriminalitas biasa. Ada indikasi kuat bahwa laporan perampokan itu sengaja dirancang untuk menjebak polisi. “Mereka sudah menyiapkan posisi. Begitu tim kami datang, teriakan perampok langsung digunakan untuk memprovokasi. Ini terencana,” ujarnya dengan nada tegas.
“Kami kehilangan tiga putra terbaik. Mereka gugur dalam tugas, tapi ini bukan sekadar perampokan. Ada upaya sistematis untuk menyerang aparat. Kami akan usut tuntas,” tegas Irjen Iwan.
Tiga anggota yang gugur dalam insiden tersebut diidentifikasi sebagai Bripda R, Briptu A, dan Briptu S. Jenazah mereka akan disemayamkan di Mapolda Kalteng sebelum diberangkatkan ke kampung halaman masing-masing.
Hingga berita ini diturunkan, tim investigasi masih menyisir lokasi dan mengejar para pelaku. Polda Kalteng juga menerjunkan Satuan Brimob untuk memperkuat keamanan di wilayah Katingan. Masyarakat diminta tetap tenang dan melaporkan segala aktivitas mencurigakan.
Comments (0)