SAMPIT — Kebakaran Lahan 3 Hektare Ancam Bandara Haji Asan
SAMPIT — Kepulan asap pekat kembali menyelimuti langit Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, Senin (12/8) pagi. Kebakaran lahan seluas 3
SAMPIT — Kepulan asap pekat kembali menyelimuti langit Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, Senin (12/8) pagi. Kebakaran lahan seluas 3 hektare di kawasan Lingkar Utara meluas dengan cepat, mengancam operasional Bandara Haji Asan yang hanya berjarak sekitar 1,5 kilometer dari titik api. Jarak pandang di sekitar bandara anjlok drastis, memicu kekhawatiran penundaan atau pembatalan penerbangan.
Kronologi Kebakaran dan Eskalasi Ancaman
- Pukul 06.30 WIB — Warga Jalan Lingkar Utara melaporkan titik api di lahan gambut kering. Api diduga berasal dari pembakaran sampah atau puntung rokok yang menyulut semak belukar.
- Pukul 07.15 WIB — Tim Manggala Agni dan BPBD Kotawaringin Timur tiba di lokasi dengan 3 unit armada pemadam. Namun, angin kencang membuat api merambat ke barat mendekati area terbuka dekat bandara.
- Pukul 08.00 WIB — Pusat Pengendali Operasi Bandara Haji Asan mengeluarkan peringatan dini. Visibility turun ke 800 meter, di bawah batas aman pendaratan visual (1.500 meter). Maskapai Wings Air dan NAM Air menunda dua penerbangan pagi.
- Pukul 09.00 WIB — Lahan seluas 3 hektare sudah hangus. Asap tebal memasuki area runway 13/31, memaksa otoritas bandara mengaktifkan protokol low visibility operation.
- Pukul 10.30 WIB — Satu helikopter water bombing dari BNPB dikerahkan untuk membasahi titik api dari udara. Petugas darat memperlebar sekat bakar agar api tidak menjalar ke pagar perimeter bandara.
- Pukul 12.15 WIB — Api berhasil dilokalisir. Pendinginan terus dilakukan untuk mencegah bara di lahan gambut kembali menyala.
Comments (0)