BMKG Siagakan Pesisir Kalbar Hadapi Banjir Rob Akibat Super New Moon
PONTIANAK, Beritatercepat — Stasiun Meteorologi Maritim BMKG langsung mengaktifkan status siaga penuh setelah model prediksi pasang surut menunjukkan lompa
PONTIANAK, Beritatercepat — Stasiun Meteorologi Maritim BMKG langsung mengaktifkan status siaga penuh setelah model prediksi pasang surut menunjukkan lompatan ketinggian air laut hingga 1,2 meter di atas normal sepanjang pesisir Kalimantan Barat. Trigger-nya satu: Super New Moon yang membuat gravitasi bumi-bulan-matahari masuk garis lurus maksimum, memicu banjir rob yang diperkirakan menggenangi lima kabupaten/kota hingga 22 Juli 2026.
BPBD Kalimantan Barat sudah mengerahkan pompa mobile dan menyiagakan perahu karet di 17 titik rawan sejak Selasa (16/6/2026), terutama di ruas jalan protokol Pontianak yang dalam 48 jam terakhir terendam hingga setinggi 60 cm. Skenario terburuk sudah disusun: evakuasi warga di wilayah pesisir rendah, penutupan akses jalan yang tak bisa dipompa, dan pendirian dapur umum darurat.
- Pemicu utama: Super New Moon pada 14 Juli — bulan terletak di titik terdekatnya dengan bumi, efek pasang ‘spring tide’ melampaui rerata.
- Wilayah merah: Pontianak Utara, Kubu Raya, Mempawah, Sambas, dan pesisir Singkawang.
- Prakiraan air pasang: 09.00–11.00 WIB dan 20.00–23.00 WIB dengan tinggi 2,8–3,2 meter dari muka air surut terendah.
- Langkah antisipasi: 23 pompa stasioner dan 12 unit mobile standby, 34 titik pengungsian sementara disiagakan, pintu air Sungai Kapuas dikendalikan bertahap.
Kronologi dan Data Lapangan
Data sensor pasang surut di Pelabuhan Pontianak merekam lonjakan 1,0 meter di atas prediksi rutin sejak 15 Juli. Sejumlah permukiman di Kelurahan Siantan Hilir dan kawasan industri Sungai Raya sudah digenangi air laut. Titik banjir yang biasanya surut dalam dua jam kini bertahan hingga enam jam, memutus akses ke empat sekolah dasar dan dua puskesmas.
Tim manajemen krisis BPBD langsung menggelar posko 24 jam. Koordinator Pusat Data dan Informasi BPBD Kalbar, Haryanto Adi, menyebut pengalaman banjir rob Juni 2025 jadi pelajaran berharga: “Dulu respons kita terlambat empat jam, sekarang pompa bergerak sebelum air masuk ke permukiman. Tapi volume air kali ini jauh lebih brutal, kami butuh bantuan pompa tambahan dari pusat.”
“Super New Moon bukan fenomena langka, tapi kombinasi dengan tekanan rendah di Laut Natuna membuat air tertahan lebih lama di darat. Kami minta warga pesisir tidak lengah, meskipun cuaca cerah,” ujar Kepala Stasiun Meteorologi Maritim BMKG Pontianak, Dwi Hartanto, Selasa (16/6).
Mengapa Super New Moon Kali Ini Lebih Berbahaya
Super New Moon terjadi ketika bulan baru bertepatan dengan perigee — jarak terdekat bulan ke bumi sekitar 357.000 kilometer. Tarikan gravitasi naik 14% dibanding bulan baru biasa. Itu membuat amplitude pasang meninggi drastis. Situasi diperburuk oleh anomali tekanan udara rendah di Laut Natuna, yang mendorong massa air ke arah pantai barat Kalimantan dan menghambat aliran balik air rob ke laut.
Model hidrodinamika BMKG memproyeksikan puncak banjir terjadi pada 20 Juli, ketika tinggi air mencapai 3,2 meter dari datum surut. Daerah yang dibangun tanpa tanggul laut mutlak akan terendam. Pasar tradisional, terminal, dan 15 kilometer jalan nasional berada di zona bahaya.
Respon Cepat: Pompa Prioritas dan Penutupan Jalan
Dinas PUPR Kalbar menginstruksikan operator pintu air untuk membuka flap gate secara manual saat surut dan menutup saat pasang, mengurangi intrusi air laut ke Sungai Kapuas Kecil. Pompa milik Dinas Perumahan Rakyat sudah disebar ke lima titik kritis: Jalan Tanjungpura, Jalan Gajah Mada, Jalan Imam Bonjol, Pelabuhan Dwikora, dan Jalan Khatulistiwa.
Sementara itu, Satpol PP bersama Polresta Pontianak bersiaga menutup akses jalan yang tak bisa dialiri pompa, terutama di bawah Jembatan Kapuas I. “Kami tidak mau ada warga yang nekat menerobos genangan arus balik, bisa terseret,” tegas Kasatlantas Polresta Pontianak, AKP Dina Mariana.
Dampak Ekonomi dan Sosial
Ribuan pedagang kaki lima di Pasar Flamboyan dan Pasar Mawar mengaku omzet anjlok 70% sejak genangan muncul. Kapal nelayan tradisional terpaksa ditambatkan lebih ke tengah alur, memutus distribusi ikan segar ke kota. Aktivitas bongkar muat di Pelabuhan Dwikora juga terganggu karena dermaga terendam pasang.
RSUD Sultan Syarif Mohamad Alkadrie Kota Pontianak menyiagakan generator listrik ekstra setelah panel kelistrikan di lantai dasar rumah sakit mulai terendam. “Kami sudah menaikkan peralatan medis ke lantai atas, ICU aman,” ujar Direktur Utama RS, Dr. Faisal Mustafa.
BMKG menegaskan, meski super new moon sudah lewat, efek pasang masih akan terasa hingga 22 Juli. Masyarakat diminta memindahkan barang berharga ke tempat tinggi, mengamankan kendaraan, dan menghindari area genangan yang bisa menyembunyikan lubang atau kabel listrik.
Comments (0)