Kementerian HAM Kecam Keras Pengeroyokan Maut di Bali, Terduga Pencuri Ayam Tewas

BARU SAJA – Aksi mengerikan terjadi di Desa Adat Tegal, Bali. Seorang pria meregang nyawa setelah dikeroyok massa yang menuduhnya mencuri seekor ayam. Korban yang belakangan diidentifikasi sebagai S...

Jul 28, 2026 - 06:22
0 0
Kementerian HAM Kecam Keras Pengeroyokan Maut di Bali, Terduga Pencuri Ayam Tewas

BARU SAJA – Aksi mengerikan terjadi di Desa Adat Tegal, Bali. Seorang pria meregang nyawa setelah dikeroyok massa yang menuduhnya mencuri seekor ayam. Korban yang belakangan diidentifikasi sebagai Surya (45) tewas di tempat dengan luka parah di sekujur tubuh.

Kecaman dari Kementerian HAM

Kementerian Hak Asasi Manusia (HAM) langsung bereaksi keras. Lembaga ini mengecam aksi main hakim sendiri yang merenggut nyawa tersebut. Dalam pernyataan resmi yang diterima Detik Ini Juga, Kementerian HAM menegaskan tidak ada satu pun warga yang boleh dihakimi tanpa proses hukum.

"Ini pelanggaran HAM berat. Negara tidak boleh tinggal diam," tegas juru bicara Kementerian HAM.

Kronologi Pengeroyokan

Menurut saksi mata, peristiwa bermula saat Surya dituduh mencuri ayam milik warga setempat. Tanpa klarifikasi, sekelompok orang langsung menghakiminya. Aksi brutal terjadi di depan umum. Korban sempat memohon ampun, namun diabai.

  • Massa memukuli korban secara membabi buta.
  • Benda tumpul ikut digunakan.
  • Korban tak berdaya tergeletak bersimbah darah.
  • Warga yang mencoba melerai diabaikan dan diancam.

Beberapa warga merekam kejadian tersebut, namun tak ada yang berani melapor. Video amatir menunjukkan pengeroyokan terus berlanjut meski korban sudah tak bergerak. Keluarga korban yang tiba di lokasi histeris melihat kondisi Surya.

Tim medis menyatakan korban sudah meninggal di tempat. Jenazah langsung dibawa ke RSUD Bali Mandara untuk otopsi.

Polisi Buru Pelaku, Masyarakat Dihimbau Tenang

Pihak kepolisian langsung turun tangan. Empat terduga pelaku telah diamankan. Polisi juga menyita rekaman video dari sejumlah saksi sebagai barang bukti. Kapolres setempat, AKBP Made Sunarta, menegaskan komitmennya memberantas aksi main hakim sendiri.

"Kami tidak akan mentoleransi tindakan biadab ini. Kami sudah mengantongi identitas pelaku lain dan akan segera menangkapnya," ujarnya.

Hingga berita ini diturunkan, situasi di lokasi masih mencekam. Polisi berjaga-jaga mencegah aksi balasan.

Tren Kekerasan Main Hakim Sendiri Mengkhawatirkan

Data Komnas HAM menunjukkan tren mengkhawatirkan. Sepanjang 2026, tercatat 17 kasus pengeroyokan massa di Bali, tiga di antaranya berujung kematian. Angka ini naik 15 persen dari tahun lalu. Kasus dominan dipicu tuduhan pencurian ringan seperti ayam, sandal, atau ponsel. Ironisnya, sebagian besar korban ternyata tidak bersalah.

"Ini cerminan lemahnya kepercayaan publik terhadap penegakan hukum. Masyarakat merasa harus bertindak sendiri karena aparat dianggap lambat," ujar pengamat HAM, Dewa Nyoman Suardika. Situasi ini mencoreng citra Bali sebagai destinasi wisata aman.

Kementerian HAM mendesak kepolisian menuntaskan kasus ini dalam 1x24 jam. Masyarakat diimbau tidak main hakim sendiri dan menyerahkan penegakan hukum kepada aparat. Kementerian HAM juga akan mengirim tim pemantau langsung ke Bali untuk memastikan proses hukum berjalan adil.

UPDATE: Tim investigasi gabungan Polda Bali dan Komnas HAM segera diterjunkan. Mereka akan mendampingi keluarga korban dan memastikan proses hukum berjalan transparan.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User