Isak Tangis Pecah di Pemakaman Terduga Pencuri Ayam Tabanan
TABANAN, UPDATE – Isak tangis pecah saat jenazah KD, terduga pencuri ayam yang tewas dihakimi massa, dikebumikan di Tabanan, Bali. Keluarga pasrah mengikhlaskan kejadian ini sebagai musibah. Korban...
TABANAN, UPDATE – Isak tangis pecah saat jenazah KD, terduga pencuri ayam yang tewas dihakimi massa, dikebumikan di Tabanan, Bali. Keluarga pasrah mengikhlaskan kejadian ini sebagai musibah.
- Korban: KD, tewas akibat pengeroyokan.
- Lokasi: Tabanan, Bali.
- Pemicu: Dugaan pencurian ayam.
- Status: Polisi selidiki, keluarga tolak tuntutan.
Ratusan pelayat memadati rumah duka sebelum pemberangkatan jenazah. Cuaca mendung seakan mewakili duka yang mendalam. Tangis histeris keluarga pecah saat peti diturunkan ke liang lahat. Seorang perempuan yang diduga istri korban terlihat memeluk anaknya yang masih kecil. Ia sesekali berteriak memanggil nama almarhum. Sejumlah kerabat terpaksa dipapah karena lemas tak kuasa menahan kesedihan.
KD dikebumikan di pemakaman umum Banjar Dinas setempat. Menurut kerabat, korban adalah pekerja serabutan yang sehari-hari dikenal pendiam. Ia meninggalkan seorang istri dan dua anak yang masih membutuhkan sosok ayah.
Kronologi Penghakiman
Peristiwa nahas itu terjadi pada Kamis malam. KD diduga mengambil ayam milik tetangga. Teriakan "maling" sontak membangunkan warga sekitar. Tanpa klarifikasi, puluhan orang langsung menghakimi korban. Pukulan dan tendangan menghujani tubuh pria itu hingga terkapar bersimbah darah.
Polisi yang tiba di lokasi segera melarikan korban ke fasilitas kesehatan terdekat. Namun, nyawa KD sudah tak dapat diselamatkan. Jenazah lantas diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan.
Kepasrahan di Tengah Duka
"Kami ikhlaskan. Ini sudah jalan Tuhan," ujar salah seorang anggota keluarga di sela pemakaman. Pihak keluarga menyatakan tidak akan menempuh jalur hukum. Mereka menganggap kejadian itu sebagai musibah yang harus diterima dengan lapang dada. Meski begitu, tangis pilu tetap mewarnai prosesi pemakaman hingga jenazah ditutup tanah.
Penyelidikan Polisi
Kepolisian Resor Tabanan telah memeriksa sejumlah saksi. "Kami masih mengumpulkan bukti dan keterangan. Masyarakat diimbau untuk tidak main hakim sendiri," tegas seorang perwira. Hingga kini, belum ada tersangka yang ditetapkan. Aparat terus mendalami kasus pengeroyokan yang berujung kematian ini.
Aksi main hakim sendiri kembali memakan korban jiwa. Insiden di Tabanan ini menambah daftar kelam tragedi serupa di Indonesia. Publik di media sosial ramai mengecam aksi brutal massa dan menyerukan penegakan hukum yang tegas. Kasus ini menjadi pengingat bahwa tindakan sewenang-wenang hanya akan berujung pada duka berkepanjangan.
Comments (0)