BREAKING: 7 SMA Swasta Mundur Mendadak dari Program Sekolah Gratis Banten

BARU SAJA — Tujuh SMA swasta di Banten secara mengejutkan menyatakan mundur dari program sekolah gratis provinsi, memicu kekhawatiran ribuan siswa. Keputusan ini dilaporkan terjadi hanya dalam hitun...

Jul 28, 2026 - 10:39
0 0
BREAKING: 7 SMA Swasta Mundur Mendadak dari Program Sekolah Gratis Banten

BARU SAJA — Tujuh SMA swasta di Banten secara mengejutkan menyatakan mundur dari program sekolah gratis provinsi, memicu kekhawatiran ribuan siswa. Keputusan ini dilaporkan terjadi hanya dalam hitungan jam, membuat Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Banten dan DPRD setempat bergerak cepat.

Kronologi Pengunduran Diri Massal

Informasi yang dihimpun menyebutkan ketujuh sekolah tersebut mengirimkan surat resmi pengunduran diri kepada Dindikbud Banten pada pagi hari ini, Selasa (5/5/2026). Pihak sekolah beralasan ketidakjelasan skema pembiayaan dan terhambatnya pencairan dana operasional menjadi pemicu utama. Tidak ada peringatan dini sebelumnya, sehingga langkah ini dianggap sebagai kejutan bagi otoritas pendidikan.

  • Jumlah sekolah mundur: 7 SMA swasta di tiga wilayah administratif.
  • Wilayah terdampak: Kota Tangerang (2 sekolah), Kabupaten Tangerang (3 sekolah), dan Kota Serang (2 sekolah).
  • Siswa berpotensi terdampak: 3.200 siswa berdasarkan data pokok pendidikan per April 2026.
  • Alasan mundur: Dana operasional belum cair lebih dari tiga bulan dan kekhawatiran akan keberlanjutan program.
  • Status: Surat resmi sudah diterima; Dindikbud belum memberikan konfirmasi penerimaan mundur.

DPRD Desak Solusi Kilat

Sekretaris Komisi V DPRD Provinsi Banten, Rifky Hermansyah, langsung merespons dalam konferensi pers singkat. Ia menegaskan bahwa mundurnya sekolah-sekolah swasta ini adalah pukulan telak bagi visi pendidikan inklusif di Banten. “Kami minta Dindikbud segera mencari solusi konkret, jangan sampai siswa jadi korban. Kalau perlu, turunkan tim khusus untuk menangani darurat ini,” tegas Rifky.

Komisi V yang membidangi kesejahteraan rakyat itu juga meminta adanya transparansi penuh terkait alokasi anggaran program sekolah gratis. Mereka mencurigai adanya kebuntuan birokrasi yang menyebabkan dana tidak tersalur tepat waktu. Rifky menambahkan bahwa DPRD akan menggelar rapat dengar pendapat dengan Dindikbud dan perwakilan sekolah dalam 24 jam ke depan.

Spekulasi Penyebab: Dana Macet atau Regulasi Lemah?

Sumber internal Dindikbud yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan bahwa program sekolah gratis Banten tahun ini memang mengalami penyesuaian aturan yang memperlambat pencairan. Beberapa sekolah mengeluhkan persyaratan administratif baru yang rumit. Namun, dugaan lain menyebut ada sekolah yang mundur karena tak sanggup menutupi biaya operasional selama menunggu penggantian dana, yang bisa memakan waktu hingga satu semester.

“Sekolah swasta biasanya mengandalkan dana talangan dari yayasan. Tapi tidak semua yayasan memiliki cadangan kuat. Program ini idealis, tapi eksekusinya sering kali menjadi beban bagi sekolah kecil,” ujar seorang kepala sekolah yang memilih anonim.

Respons Dindikbud dan Langkah Selanjutnya

Hingga berita ini diturunkan, Dindikbud Banten belum memberikan pernyataan resmi. Kepala Bidang SMA, yang dihubungi terpisah, hanya mengatakan bahwa pihaknya sedang mengkaji surat pengunduran diri tersebut dan akan mengeluarkan sikap dalam waktu dekat. Sementara itu, orang tua siswa mulai meradang. Di media sosial, tagar #SelamatkanSekolahGratisBanten mulai mencuat, disertai unggahan kartu Indonesia Pintar yang terancam hangus.

Program sekolah gratis Banten sendiri merupakan program unggulan yang digagas sejak 2023 untuk menyediakan akses pendidikan menengah tanpa biaya. Dengan mundurnya tujuh sekolah ini, gelombang ketidakpercayaan bisa meluas jika tidak segera diatasi. Perkembangan lebih lanjut akan diinformasikan dalam laporan kami berikutnya.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User