IUCN Puji Kepemimpinan Menhut Antoni sebagai Tonggak Konservasi Gajah

BARU SAJA — Komunitas konservasi global angkat suara. Kepemimpinan Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni bersama terbitnya Instruksi Presiden Nomor 8 Tahun 2026 dinilai sebagai momentum paling signifik...

Jul 13, 2026 - 21:39
0 0

BARU SAJA — Komunitas konservasi global angkat suara. Kepemimpinan Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni bersama terbitnya Instruksi Presiden Nomor 8 Tahun 2026 dinilai sebagai momentum paling signifikan dalam sejarah perlindungan gajah di Indonesia.

Sinyal Kuat dari IUCN

International Union for Conservation of Nature menyampaikan apresiasi langsung melalui kantor regionalnya. Lembaga pemegang otoritas Daftar Merah spesies terancam punah itu menegaskan, kombinasi kemauan politik dan regulasi menjadi syarat mutlak menyelamatkan gajah sumatera dari kepunahan. “Ini bukan sekadar kebijakan. Ini langkah berani yang telah lama dinanti,” ujar perwakilan IUCN untuk Asia Tenggara dalam rilis yang diterima redaksi.

Isi Inpres: Dari Koridor Hingga Patroli

Instruksi Presiden yang diteken awal pekan ini memuat perintah tegas kepada seluruh jajaran. Tidak kurang dari lima kementerian dan seluruh pemerintah daerah di Sumatera wajib bergerak serentak. Fokusnya jelas: penghentian konflik manusia-gajah yang terus memakan korban jiwa serta perusakan habitat akibat alih fungsi lahan.

  • Penyediaan koridor satwa di 12 titik rawan konflik Riau, Aceh, dan Lampung.
  • Pendanaan darurat sebesar Rp 480 miliar untuk dua tahun pertama.
  • Satuan tugas patroli tetap di 23 kantong populasi gajah.
  • Integrasi data populasi dan pergerakan gajah berbasis satelit.

Data Kementerian Kehutanan menunjukkan populasi gajah sumatera tersisa sekitar 1.200 individu. Angka ini merosot lebih dari 40% dalam dua dekade terakhir. Tiap tahun, rata-rata 15 ekor mati akibat perburuan atau konflik ruang dengan pemukiman warga.

Pernyataan Menhut: Dari Meja Rapat ke Lapangan

Raja Juli Antoni dalam tanggapannya menyebut Inpres sebagai “tameng hukum yang kini mewajibkan, bukan sekadar mengimbau.” Ia berjanji evaluasi kinerja berlangsung setiap tiga bulan. “Kami tidak akan biarkan dokumen ini berdebu. Gajah adalah penjaga rimba, kita adalah penjaga janji,” tegasnya. Pernyataan itu langsung disambut riuh oleh para pegiat konservasi yang hadir dalam forum daring kemarin malam.

Sejumlah organisasi sipil menyambut positif. Namun mereka mengingatkan bahwa keberhasilan sejati terletak pada penghentian izin perkebunan yang membelah jelajah gajah. Pemerintah menyatakan tengah mengkaji ulang tiga izin besar di Aceh dan Riau yang tumpang tindih dengan koridor utama.

Dengan pengakuan dari IUCN dan instruksi presiden di tangan, perlindungan gajah kini memasuki babak baru. Bukan lagi proyek jangka pendek, melainkan strategi nasional dengan anggaran dan target yang terukur.

Baca juga:

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
irwan-setiawan

Reporter Foto. Visual storyteller dengan 12 tahun pengalaman.

Comments (0)

User