MPLS Sekolah Rakyat Digelar Bertahap dalam Empat Gelombang

Program orientasi siswa baru di Sekolah Rakyat untuk tahun ajaran 2026/2027 dijadwalkan bergulir mulai 14 Juli 2026. Berbeda dengan pelaksanaan pada umumnya, kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekola...

Jul 13, 2026 - 22:14
0 0
MPLS Sekolah Rakyat Digelar Bertahap dalam Empat Gelombang

Program orientasi siswa baru di Sekolah Rakyat untuk tahun ajaran 2026/2027 dijadwalkan bergulir mulai 14 Juli 2026. Berbeda dengan pelaksanaan pada umumnya, kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) tahun ini dibagi ke dalam empat gelombang yang berlangsung hingga akhir Agustus. Keputusan ini diambil untuk memastikan setiap unit sekolah dan asrama berada dalam kondisi prima sebelum menerima peserta didik baru.

Menteri Sosial Saifullah Yusuf, yang akrab disapa Gus Ipul, menegaskan bahwa skema bertahap tersebut merupakan bentuk tanggung jawab pemerintah, bukan sinyal ketidakpastian. "Kami tidak ingin anak-anak tiba di lokasi yang masih dalam tahap penyempurnaan. Keamanan dan kenyamanan mereka adalah prioritas mutlak," ujarnya dalam jumpa pers di Jakarta, Senin (13/7).

Alasan di Balik Penjadwalan Bertahap

Tiga faktor utama melandasi keputusan itu. Pertama, kesiapan fungsional gedung sekolah dan asrama. Kedua, jaminan keamanan serta kenyamanan bagi para siswa. Ketiga, ketersediaan utilitas dasar seperti air bersih, listrik, dan sanitasi yang layak. Jika salah satu aspek tersebut belum terpenuhi, sekolah terkait tidak dipaksakan untuk menggelar MPLS lebih awal.

Empat Gelombang, Ratusan Sekolah

Sebanyak 101 Sekolah Rakyat akan mengikuti rangkaian orientasi ini. Gelombang pertama dimulai 14 Juli melibatkan 19 Sekolah Rakyat Permanen yang telah dinyatakan siap sepenuhnya. Menyusul kemudian gelombang kedua pada 31 Juli dengan 63 sekolah, gelombang ketiga pada 15 Agustus untuk 8 sekolah rintisan di wilayah Jabodetabek, dan gelombang keempat pada 31 Agustus yang mencakup 11 sekolah permanen.

Fase Pengenalan 19 Hari

Meski terbagi dalam empat gelombang, seluruh peserta menjalani kerangka MPLS yang identik. Program berlangsung selama 19 hari dan dibagi ke dalam empat fase. Ini merupakan bagian dari masa transisi sekitar tiga bulan sebelum siswa sepenuhnya memasuki pembelajaran reguler dan kehidupan berasrama. Setiap fase dirancang untuk memperkenalkan lingkungan sekolah secara bertahap dan ramah anak.

Komitmen Nol Kekerasan

Gus Ipul juga menekankan bahwa MPLS Sekolah Rakyat menerapkan prinsip tanpa toleransi terhadap segala bentuk kekerasan. "Kami memastikan seluruh kegiatan berjalan dalam koridor perlindungan anak. Tidak ada tempat bagi perpeloncoan atau tekanan fisik maupun psikis," katanya. Hal ini sejalan dengan arahan Kemensos untuk menciptakan lingkungan pendidikan yang benar-benar aman dan mendukung perkembangan siswa.

Baca juga:

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
irwan-setiawan

Reporter Foto. Visual storyteller dengan 12 tahun pengalaman.

Comments (0)

User