Kepala SPPG Ditemukan Tewas Gantung Diri di Parkiran Mal Bandung, Tinggalkan Surat
BANDUNG — Seorang kepala Satuan Pelaksana Program Gizi (SPPG) ditemukan tewas gantung diri di area parkir bawah tanah sebuah pusat perbelanjaan di Jalan Ir. H. Djuanda, Kota Bandung, Kamis dini hari...
BANDUNG — Seorang kepala Satuan Pelaksana Program Gizi (SPPG) ditemukan tewas gantung diri di area parkir bawah tanah sebuah pusat perbelanjaan di Jalan Ir. H. Djuanda, Kota Bandung, Kamis dini hari. Jasad pria berusia 50 tahun itu pertama kali ditemukan oleh petugas keamanan mal yang sedang berpatroli rutin sekitar pukul 02.15 WIB.
Kronologi Penemuan
Petugas keamanan yang enggan disebutkan namanya menuturkan, awalnya ia melihat sebuah mobil dinas berwarna abu-abu terparkir di sudut terpencil area parkir P4. Kaca depan mobil sedikit terbuka, namun tidak ada respons ketika ia mendekat. Setelah memeriksa lebih dekat, ia terkejut menemukan sesosok tubuh tergantung pada sabuk pengaman di dalam kabin belakang. Regu medis darurat yang tiba 20 menit kemudian menyatakan korban sudah tidak bernyawa.
Identitas dan Surat Wasiat
Polisi yang melakukan olah tempat kejadian perkara mengonfirmasi identitas korban sebagai AR, Kepala SPPG di salah satu instansi di wilayah Bandung Raya. Di atas jok depan, ditemukan selembar surat tulisan tangan yang diduga kuat sebagai pesan terakhir. Surat tersebut kini diamankan sebagai barang bukti. Meski polisi tidak membeberkan isi lengkapnya, sumber internal mengungkapkan beberapa poin penting yang tersirat dalam surat itu.
Berdasarkan keterangan terbatas yang diperoleh, surat setebal dua halaman itu berisi curahan hati korban kepada istri dan kedua anaknya. Korban menulis permintaan maaf secara mendalam dan menyebutkan "beban yang terlalu berat" di tempat kerja serta tekanan finansial akibat tunggakan yang membengkak. Ia juga menyebut bahwa keputusan ini adalah "jalan terakhir yang ia yakini sebagai solusi". Belum ada konfirmasi resmi dari pihak SPPG terkait.
Fakta Kunci di Lokasi
Beberapa fakta kunci yang dihimpun di lokasi kejadian antara lain:
Mobil dinas yang digunakan adalah kendaraan operasional SPPG yang sehari-hari dipakai korban untuk tugas lapangan.
Surat diletakkan dalam amplop cokelat bertuliskan nama panggilan istri korban.
Tim Inafis menemukan tidak ada tanda-tanda kekerasan, memperkuat dugaan bunuh diri.
Telepon genggam korban dalam kondisi mati total, polisi masih berusaha mengakses data di dalamnya.
Petugas parkir menyebut mobil tersebut terlihat masuk pukul 23.17 WIB berdasarkan rekaman CCTV.
Respons Keluarga dan Atasan
Istri korban yang tiba di lokasi bersama kerabatnya sekitar pukul 04.30 WIB tidak kuasa menahan tangis. Ia sempat pingsan dan langsung dilarikan ke rumah sakit terdekat. Pihak SPPG pusat dijadwalkan akan menggelar konferensi pers singkat siang ini untuk menyampaikan duka cita dan menjelaskan kondisi terakhir korban. "Kami semua terpukul. Beliau adalah sosok pekerja keras," ujar seorang kolega yang hadir di lokasi.
Hingga berita ini diturunkan, jasad korban masih berada di kamar jenazah RS Bhayangkara untuk proses autopsi, meskipun keluarga sudah mengajukan keberatan. Polisi menyatakan tetap akan melakukan prosedur standar mengingat kasus ini melibatkan aparatur sipil negara. Investigasi lebih lanjut masih berlangsung.
Baca juga:
Comments (0)