Pria Pengirim Teror Bom ke SD Jaksel Akui Cuma Iseng

BARU SAJA – Satu kalimat, satu pengakuan. Ancaman bom yang sempat membuat gempar SDN Srengseng Sawah, Jakarta Selatan, ternyata dipicu oleh alasan paling sederhana sekaligus mengejutkan: iseng belak...

Jul 13, 2026 - 21:56
0 0
Pria Pengirim Teror Bom ke SD Jaksel Akui Cuma Iseng

BARU SAJA – Satu kalimat, satu pengakuan. Ancaman bom yang sempat membuat gempar SDN Srengseng Sawah, Jakarta Selatan, ternyata dipicu oleh alasan paling sederhana sekaligus mengejutkan: iseng belaka. Polisi mengonfirmasi motif ini setelah memeriksa intensif pelaku berinisial MY.

  • Pelaku, inisial MY, kini telah diamankan Polda Metro Jaya
  • Pesan ancaman dikirim langsung ke pihak sekolah beberapa hari lalu
  • Tidak ditemukan kaitan dengan sel atau organisasi radikal
  • Densus 88 Antiteror tetap dilibatkan untuk pendalaman profil
  • Evakuasi dan penyisiran sekolah sempat berlangsung dramatis

Dari Iseng Jadi Darurat Sekolah

Rangkaian peristiwa berawal dari pesan menakutkan yang masuk ke saluran komunikasi resmi sekolah. Pengirim, yang belakangan diidentifikasi sebagai MY, menyatakan akan meledakkan bom di area sekolah. Reaksi cepat aparat memaksa evakuasi seluruh siswa dan guru. Kepanikan tak terelakkan. Tim penjinak bom dikerahkan. Penyisiran berlangsung selama berjam-jam hingga akhirnya dipastikan nihil bahan peledak.

Menurut keterangan kepolisian, pengakuan MY sangat mengejutkan. Ia mengaku hanya ingin bercanda dan tidak pernah menyangka aksinya akan berujung kekacauan massal. “Dia bilang hanya iseng, tidak ada niatan serius,” ujar sumber penyidik. Pemeriksaan psikologis masih berjalan untuk menilai kondisi kejiwaan pelaku.

Densus 88: Penyelidikan Masih Berlanjut

Meski motif awal dinyatakan iseng, kepolisian tidak serta-merta menutup pintu pada kemungkinan lain. Densus 88 Antiteror tetap memeriksa riwayat digital pelaku, termasuk riwayat komunikasi dan unggahan media sosialnya. Langkah ini prosedural, mengingat bobot ancaman bom selalu dianggap serius. “Kami pastikan tidak ada kaitan jaringan teror. Tapi pendalaman tetap dilakukan,” tegas perwira yang enggan disebut namanya.

Di sisi lain, manajemen sekolah dan wali murid masih dihantui ketakutan. Trauma akibat ancaman bom semacam ini tidak bisa hilang begitu saja. Konseling darurat disediakan bagi siswa yang membutuhkan.

Peringatan Hukum: Bukan Candaan Biasa

Polisi mengingatkan bahwa ancaman bom bukanlah candaan ringan. Pelaku dapat dijerat dengan pasal terorisme atau penyebaran informasi bohong yang menimbulkan keresahan. Ancaman hukumannya bisa mencapai belasan tahun penjara. “Iseng bukan kata sakti yang bisa menghapus dampak psikologis dan sosial. Kami akan proses sesuai hukum,” kata juru bicara Polda Metro Jaya.

Peristiwa ini menjadi pengingat getir bahwa satu pesan ancaman mampu melumpuhkan aktivitas sekolah, menghabiskan sumber daya aparat, dan menebar trauma di tengah masyarakat. Kasus MY kini menjadi sorotan sebagai contoh bagaimana keisengan bisa berubah menjadi malapetaka hukum.

Baca juga:

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
pandu-rangga

Reporter Bencana. Spesialisasi mitigasi bencana dan tanggap darurat.

Comments (0)

User