Barang Bukti Kematian Sutrimo Dikirim ke Labfor Usai Olah TKP
Proses investigasi kasus kematian Sutrimo yang terjadi di Klinik Mordent, Kebayoran Baru, memasuki fase krusial. Tim penyidik dari Polres Jakarta Selatan telah menyelesaikan olah tempat kejadian perka...
Proses investigasi kasus kematian Sutrimo yang terjadi di Klinik Mordent, Kebayoran Baru, memasuki fase krusial. Tim penyidik dari Polres Jakarta Selatan telah menyelesaikan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan langsung mengirimkan sejumlah barang bukti penting ke Laboratorium Forensik (Labfor) untuk dianalisis lebih lanjut.
Aktivitas petugas di klinik yang berlokasi di kawasan padat itu sempat menyedot perhatian warga. Sejak pagi, garis polisi dipasang dan akses menuju klinik dibatasi. Sejumlah petugas berseragam dan dari tim Inafis terlihat keluar masuk gedung membawa kantong-kantong bukti. Proses olah TKP berlangsung selama beberapa jam.
Sitaan Barang Bukti Kunci
Menurut informasi yang dihimpun, polisi menyita sejumlah benda yang diduga memiliki keterkaitan langsung dengan penyebab kematian korban. Barang-barang tersebut meliputi sampel cairan, beberapa peralatan medis dari dalam klinik, serta dokumen yang relevan. Salah satu sumber di kepolisian menyebutkan bahwa bukti elektronik seperti rekaman CCTV juga turut diamankan.
“Kami belum bisa merinci lebih detail karena masih menunggu hasil uji Labfor. Namun bisa dipastikan, semua benda yang kami bawa memiliki potensi signifikan untuk mengungkap fakta di balik kejadian ini,” ujar sumber yang enggan disebutkan identitasnya kepada awak media di lokasi.
Barang bukti tersebut kemudian segera dibawa menggunakan kendaraan khusus menuju laboratorium forensik di kawasan Polda Metro Jaya. Pemeriksaan diperkirakan memakan waktu beberapa hari hingga sepekan untuk mendapatkan hasil yang akurat.
Kronologi dan Saksi Mata
Sutrimo, pria berusia 45 tahun, ditemukan tidak sadarkan diri di dalam salah satu ruangan klinik pada Selasa malam lalu. Meski sempat mendapatkan pertolongan darurat, nyawanya tidak tertolong. Kematian yang mendadak ini langsung menimbulkan tanda tanya, sehingga polisi menerjunkan tim forensik untuk menyelidiki apakah ada unsur kelalaian atau tindak pidana lain.
Seorang saksi mata yang rumahnya berjarak hanya beberapa meter dari klinik, menceritakan bahwa dirinya melihat beberapa orang berpakaian medis terlihat panik beberapa saat sebelum polisi tiba. “Saya dengar suara ribut-ribut sekitar pukul 10 malam. Tidak lama kemudian ada mobil ambulans dan polisi,” tutur pria paruh baya tersebut.
Keterangan dari saksi ini turut menjadi salah satu bahan bagi penyidik dalam mengonstruksi kronologi kejadian. Polisi juga tengah memeriksa sejumlah tenaga medis yang sedang bertugas saat peristiwa nahas itu terjadi.
Menunggu Hasil Uji Forensik
Langkah cepat pengiriman barang bukti ke Labfor menunjukkan keseriusan aparat dalam mengusut tuntas kasus ini. Publik pun menanti-nantikan hasil uji laboratorium, termasuk tes toksikologi dan analisis sidik jari, yang diharapkan mampu memberikan gambaran jelas tentang penyebab pasti kematian Sutrimo.
Kasat Reskrim Polres Jakarta Selatan hingga berita ini diturunkan belum memberikan pernyataan resmi. Namun sebuah sumber internal memastikan bahwa tidak akan ada intervensi dan seluruh proses berjalan sesuai dengan prosedur hukum yang berlaku. “Kami bekerja sesuai bukti. Tidak ada yang ditutup-tutupi,” katanya singkat.
Sementara itu, keluarga korban yang tengah berduka meminta kepada pihak berwajib agar kasus ini diusut sampai tuntas dan diberikan keadilan. Mereka berharap hasil forensik dapat mengungkap apakah kematian Sutrimo murni karena faktor medis atau ada sebab lain yang lebih kompleks.
Comments (0)