Ibu Madiun Diteror Tagihan Rp50 Juta usai Anak Kabur di Korsel

BARU SAJA – Seorang ibu di Madiun diteror tagihan ganti rugi hingga Rp50 juta setelah putranya dilaporkan kabur saat mengikuti tur perjalanan ke Korea Selatan.Kabar mengejutkan itu datang dari agen ...

Jul 18, 2026 - 21:45
0 0
Ibu Madiun Diteror Tagihan Rp50 Juta usai Anak Kabur di Korsel

BARU SAJA – Seorang ibu di Madiun diteror tagihan ganti rugi hingga Rp50 juta setelah putranya dilaporkan kabur saat mengikuti tur perjalanan ke Korea Selatan.

Kabar mengejutkan itu datang dari agen perjalanan yang mengklaim Femas (bukan nama sebenarnya) menghilang secara mendadak dari rombongan wisata di Negeri Ginseng. Sang ibu, yang tak ingin disebutkan namanya, mengaku tak tahu apa-apa soal tindakan anaknya.

  • Femas kabur di tengah tur Korsel.
  • Ibu syok terima tagihan mendadak Rp50 juta.
  • Agen wisata klaim biaya operasional dan kerugian.
  • Keluarga tidak sanggup bayar, cari perlindungan hukum.

Kronologi Kejadian

Informasi yang dihimpun menyebutkan Femas bergabung dalam paket tur grup selama seminggu ke Korea Selatan. Rombongan tiba di Seoul dan menjalani agenda kunjungan ke sejumlah destinasi populer.

MENIT LALU, terungkap bahwa pada hari ketiga, Femas tiba-tiba tidak kembali ke bus saat rombongan berkumpul. Pencarian dilakukan oleh pemandu wisata, tetapi pemuda asal Madiun itu tidak ditemukan di sekitar lokasi.

Agen perjalanan langsung melaporkan kejadian ini ke pihak berwenang setempat. Namun, belum ada kejelasan mengenai keberadaan Femas hingga saat ini. Diduga ia sengaja memisahkan diri dan memilih tinggal di Korea Selatan secara ilegal.

Beberapa hari setelah insiden, ibunda Femas menerima surat pemberitahuan dari agen perjalanan. Isinya mengejutkan: tagihan ganti rugi sebesar Rp50 juta. Pihak agen menyebut biaya itu untuk menutup kerugian operasional, denda, dan proses hukum yang mungkin timbul akibat tindakan anaknya.

Ibunda Syok, Tak Tahu Sumber Dana

Dikonfirmasi melalui sambungan telepon, ibunda Femas menyampaikan keterkejutannya. "Saya tidak menyangka akan ditagih sebesar itu. Saya hanya seorang ibu rumah tangga, tidak punya uang sebanyak itu," ujarnya dengan suara bergetar.

Ia menambahkan, hingga kini tidak ada komunikasi dari Femas. Keluarga pun tidak mengetahui motif pasti di balik kaburnya pemuda tersebut. "Anak saya tidak pernah memberi tahu apa-apa. Tiba-tiba saya dapat tagihan," katanya.

Sang ibu mengaku sempat mencoba bernegosiasi dengan agen perjalanan, tetapi tidak membuahkan hasil. Pihak agen tetap bersikeras bahwa tanggung jawab ada pada keluarga. "Saya bingung harus mencari uang dari mana," imbuhnya.

Langkah Hukum

Menghadapi situasi darurat ini, ibunda Femas kini tengah mencari pendampingan hukum. Kuasa hukum yang dihubungi menyatakan akan mengkaji apakah tagihan tersebut memiliki dasar yang sah. "Klaim sepihak seperti ini harus diuji secara hukum," ujar sumber yang enggan disebutkan namanya.

Sementara itu, kasus ini menjadi peringatan bagi para orang tua yang melepas anaknya dalam perjalanan wisata ke luar negeri. Kejadian serupa dilaporkan pernah terjadi sebelumnya, dan seringkali meninggalkan beban finansial di luar dugaan.

UPDATE: Pihak kepolisian Madiun dikabarkan akan memfasilitasi mediasi antara keluarga dan agen perjalanan. Perkembangan terbaru akan terus dipantau.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User