Dua WNI Disekap di Myanmar, Diduga Korban TPPO

BARU SAJA – Dua perempuan Warga Negara Indonesia (WNI) dilaporkan disekap di Myanmar. Salah satunya bernama Ayu, warga Agam, Sumatera Barat. Video permohonan bantuan mereka viral di media sosial dal...

Jul 18, 2026 - 11:56
0 0
Dua WNI Disekap di Myanmar, Diduga Korban TPPO

BARU SAJA – Dua perempuan Warga Negara Indonesia (WNI) dilaporkan disekap di Myanmar. Salah satunya bernama Ayu, warga Agam, Sumatera Barat. Video permohonan bantuan mereka viral di media sosial dalam beberapa jam terakhir. Balai Pelayanan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) kini bergerak menangani kasus dugaan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) ini.

Video Viral dan Permohonan Darurat

Video berdurasi singkat menunjukkan kedua korban dalam kondisi tertekan. Mereka meminta pemerintah Indonesia segera bertindak. "Tolong kami, kami disekap di sini," ujar salah satu korban dalam video tersebut. Diduga mereka menjadi korban jaringan TPPO internasional.

  • Identitas korban: Ayu (26) asal Agam, Sumbar, dan seorang perempuan lain yang belum teridentifikasi.
  • Lokasi: Diduga di sebuah bangunan di Myanmar, dekat perbatasan Thailand.
  • Modus: Korban dijanjikan pekerjaan dengan gaji tinggi, namun disekap setelah tiba.
  • Respons BP3MI: Sedang berkoordinasi dengan Kementerian Luar Negeri dan KBRI Yangon.

Keluarga Korban Lapor ke Polisi

Keluarga Ayu melaporkan kehilangan kontak sejak dua minggu lalu. Mereka baru mengetahui keberadaan Ayu setelah video tersebut tersebar. "Kami sangat cemas. Semoga pemerintah segera menyelamatkan mereka," kata perwakilan keluarga.

BP3MI Sumatera Barat mengonfirmasi sedang melakukan penelusuran. "Kami bekerja cepat. Ini prioritas," ujar Kepala BP3MI Sumbar. Proses identifikasi dan komunikasi dengan otoritas Myanmar terus dilakukan.

Fakta Kunci Kasus TPPO Myanmar

  • Sejak 2023: Lebih dari 200 WNI dilaporkan menjadi korban TPPO di Myanmar.
  • Jaringan: Modus lowongan kerja ilegal di bidang call center atau penipuan daring.
  • Upaya penyelamatan: Pemerintah Indonesia telah mengevakuasi puluhan korban dalam enam bulan terakhir.
  • Ancaman: Korban sering diancam, disekap, dan dipaksa bekerja tanpa upah.

Perkembangan Terbaru: KBRI Yangon masih menunggu izin akses dari pemerintah Myanmar. Tim evakuasi siaga 24 jam. Menteri Luar Negeri RI telah memerintahkan percepatan penanganan. Warga diminta waspada terhadap tawaran kerja di luar negeri yang tidak resmi.

Kasus ini menjadi peringatan keras bagi masyarakat. Jangan mudah tergiur iming-iming gaji besar tanpa verifikasi. Jika ada informasi, segera laporkan ke BP3MI atau hotline 119.

BREAKING NEWS ini akan terus diupdate seiring perkembangan. Detik Ini Juga akan menyajikan informasi paling akurat dan terkini dari lapangan.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User