Kebakaran Hebat Landa TPA Cipayung Depok, Empat Damkar Dikerahkan
BARU SAJA – Kebakaran dahsyat melanda Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Cipayung di Kota Depok, memaksa penerjunan empat unit mobil pemadam kebakaran dalam misi penjinakan si jago merah. Lidah api dilap...
BARU SAJA – Kebakaran dahsyat melanda Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Cipayung di Kota Depok, memaksa penerjunan empat unit mobil pemadam kebakaran dalam misi penjinakan si jago merah. Lidah api dilaporkan berkobar cepat, mengirimkan kolom asap hitam pekat yang terlihat dari radius beberapa kilometer.
Operasi Pemadaman Darurat Masih Berlangsung
UPDATE 15 MENIT LALU: Regu pemadam kebakaran Kota Depok masih berjibaku di garis depan. Empat armada damkar yang dikerahkan langsung menyemprotkan air dan foam ke titik-titik api yang terus menjalar di gunungan sampah. Hingga berita ini diturunkan, petugas belum berhasil melakukan pendinginan total. Satu unit komando taktis dikonfirmasi telah tiba untuk mengoordinasikan penanganan dari posko lapangan.
Sumber di Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan menyatakan seluruh personel dalam mode siaga penuh. Operasi difokuskan pada pembatasan sebaran api agar tidak merambat ke zona pemukiman warga yang hanya berjarak sekitar 300 meter dari pusat kebakaran.
Kronologi: Api Terdeteksi Saat Malam Tiba
Berdasarkan keterangan saksi mata, titik api pertama kali terlihat menjelang waktu Isya. Seorang petugas keamanan TPA, yang namanya dirahasiakan, mengatakan kepulan asap tiba-tiba membesar dari blok penimbunan sampah aktif. Tiupan angin malam hari disebut mempercepat perambatan api ke tumpukan sampah kering di sekitarnya. Laporan darurat masuk ke Command Center 112 pada pukul 19.42 WIB. Unit terdekat langsung meluncur kurang dari 8 menit setelah panggilan diterima.
Tantangan Berat di Medan TPA
Pemadaman di area TPA bukan pertempuran biasa. Berikut sejumlah rintangan krusial yang dihadapi petugas di lokasi:
- Gas metana: Tumpukan sampah organik menghasilkan gas mudah terbakar yang memicu ledakan kecil-kecilan (flare up) dan menyulut kembali area yang sudah disemprot.
- Akses sempit: Jalanan antargunungan sampah tidak memungkinkan manuver lebih dari dua unit damkar sekaligus.
- Keterbatasan sumber air: Mobil tangki harus keluar-masuk mengambil pasokan air dari hidran terjauh karena titik terdekat tidak memadai.
- Jarak pandang: Asap tebal menurunkan visibilitas hingga kurang dari 5 meter, memperlambat pergerakan regu pemadam.
Kepala Regu Lapangan menyebut metode "pendinginan bertahap" diterapkan untuk menekan suhu bara di bawah permukaan yang bisa tetap menyala dalam hitungan jam. Tidak ada korban jiwa dilaporkan sejauh ini, namun seorang petugas keamanan mengalami sesak napas ringan dan telah dievakuasi ke pos kesehatan.
Imbauan untuk Warga Sekitar
Dampak asap dan bau menyengat langsung terasa di permukiman Cipayung dan sekitarnya. Pihak berwenang mengimbau warga untuk menutup ventilasi rumah, mengenakan masker jika terpaksa keluar, dan segera melaporkan titik api baru ke nomor darurat 112. Kelompok rentan—anak-anak, lansia, dan ibu hamil—diminta menjauh dari area terdampak.
“Kondisi membahayakan pernapasan. Kami sarankan warga tidak mendekati lokasi kebakaran untuk menghindari paparan langsung,” tegas seorang petugas di posko kesehatan darurat yang didirikan di balai warga setempat. Pemerintah kecamatan telah menyiagakan tenaga medis dan masker N95 tambahan.
Pemantauan udara dengan drone termal akan segera dilakukan begitu api terkendali untuk mendeteksi bara tersembunyi di lapisan bawah sampah. Pihak Damkar belum bisa memastikan kapan status darurat akan dicabut, namun memastikan seluruh sumber daya diprioritaskan untuk memadamkan api sepenuhnya. Detik Ini Juga akan terus menyampaikan perkembangan dari TPA Cipayung.
Comments (0)