Anggota MPR Buka Lomba Empat Pilar, Soroti Persatuan di Papua
Sorong, Papua Barat Daya — Ajang Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar MPR resmi bergulir di Provinsi Papua Barat Daya. Anggota MPR RI, Robert Joppy Kardinal, membuka langsung kegiatan yang menjadi wadah ...
Sorong, Papua Barat Daya — Ajang Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar MPR resmi bergulir di Provinsi Papua Barat Daya. Anggota MPR RI, Robert Joppy Kardinal, membuka langsung kegiatan yang menjadi wadah penanaman nilai-nilai kebangsaan bagi generasi muda Bumi Cenderawasih. Kehadirannya menegaskan urgensi merawat persatuan di tengah keberagaman Papua.
Panggung Kebangsaan dari Timur Indonesia
Pembukaan lomba berlangsung khidmat dan disambut antusias oleh puluhan pelajar dari berbagai kabupaten dan kota di Papua Barat Daya. Mereka bersaing menunjukkan pemahaman mendalam tentang Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika. Robert Kardinal menilai bahwa kegiatan ini bukan sekadar kompetisi, melainkan investasi ideologis untuk memperkuat karakter bangsa.
“Kita ingin adik-adik di Papua tidak hanya hafal, tetapi juga meresapi makna setiap sila dan pasal. Empat pilar adalah fondasi yang membuat Indonesia tetap berdiri kokoh meski berbeda suku, agama, dan budaya,” ujar Robert di hadapan peserta dan guru pendamping.
Persatuan jadi Isu Sentral
Dalam arahannya, legislator Fraksi Partai Golkar itu berulang kali menyoroti pentingnya persatuan sebagai modal pembangunan daerah. Ia mengingatkan bahwa Papua Barat Daya yang baru terbentuk memerlukan energi kolektif untuk maju. Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar, katanya, adalah laboratorium kecil untuk melatih semangat gotong royong dan toleransi.
“Tanpa persatuan, pembangunan hanya akan jadi mimpi. Mulai dari bangku sekolah, kita harus biasakan berdialog dan bekerja sama. Itu pesan utama Empat Pilar,” tegasnya.
Antusiasme dan Harapan Daerah
Pantauan di lokasi, peserta tampak serius mengikuti setiap tahapan lomba. Beberapa di antaranya bahkan telah mempersiapkan diri selama berminggu-minggu. Dinas Pendidikan setempat menyambut baik inisiatif MPR dan berharap kegiatan serupa dapat diperluas hingga ke tingkat distrik.
“Kami sangat mendukung. Ini selaras dengan program penguatan profil pelajar Pancasila. Nilai-nilai kebangsaan harus ditanamkan sejak dini, apalagi di wilayah yang begitu kaya akan keragaman budaya seperti Papua Barat Daya,” ujar seorang pejabat dinas yang hadir.
Kompetisi ini sekaligus menjadi ajang seleksi untuk tingkat yang lebih tinggi. Robert Kardinal menutup sambutannya dengan pesan bahwa kemenangan bukanlah tujuan utama, melainkan pemahaman yang kelak akan menjadi benteng dari segala ancaman yang dapat memecah belah bangsa. Sorak sorai dan tepuk tangan mewarnai pembukaan, menandai dimulainya babak baru penguatan wawasan kebangsaan di ufuk timur Indonesia.
Comments (0)