Gajah Sumatera Indro Mati di TNTN, Alami Komplikasi Kesehatan Pasca-Fase Musth

Pelalawan – Kabar duka kembali menyelimuti Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN) di Kabupaten Pelalawan, Riau. Seekor gajah Sumatera (Elephas maximus sumatranus) dewasa bernama Indro ditemukan mati pada

Jul 08, 2026 - 05:16
0 0
Gajah Sumatera Indro Mati di TNTN, Alami Komplikasi Kesehatan Pasca-Fase Musth

Pelalawan – Kabar duka kembali menyelimuti Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN) di Kabupaten Pelalawan, Riau. Seekor gajah Sumatera (Elephas maximus sumatranus) dewasa bernama Indro ditemukan mati pada Senin dini hari, 29 Juni 2026, sekitar pukul 03.45 WIB. Indro yang berusia 45 tahun mengembuskan napas terakhirnya setelah berjuang melawan komplikasi kesehatan serius yang dipicu oleh kondisi biologis alaminya.

Matinya Indro Dipicu Penurunan Nafsu Makan Akut

Berdasarkan laporan yang dihimpun media kami, penyebab utama kematian satwa dilindungi ini adalah komplikasi kesehatan yang terjadi selama fase musth. Fase musth merupakan siklus biologis periodik yang dialami gajah jantan dewasa, ditandai dengan lonjakan hormon testosteron yang drastis. Pada fase ini, gajah biasanya menunjukkan perilaku lebih agresif dan mengalami perubahan metabolisme signifikan. Namun, yang menjadi faktor kritis dalam kasus Indro adalah penurunan nafsu makan yang ekstrem setelah melewati puncak fase tersebut.

“Gajah Indro dinyatakan mati setelah mendapatkan penanganan medis secara intensif oleh tim gabungan Balai Besar KSDA Riau dan Balai TN Tesso Nilo akibat komplikasi kesehatan yang dipicu oleh penurunan nafsu makan pasca-fase musth,” demikian keterangan resmi Balai TN Tesso Nilo, dikutip dari laman resmi mereka, Selasa (30/6/2026).

Tim medis gabungan sebenarnya telah melakukan intervensi intensif untuk menyelamatkan nyawa Indro. Penurunan nafsu makan yang berkepanjangan diduga telah memicu kegagalan fungsi organ vital. Meskipun upaya penanganan maksimal telah dikerahkan, kondisi fisik gajah yang mulai menua tersebut terus melemah hingga akhirnya tidak tertolong.

Indro dan Sejarah Konservasi di Tesso Nilo

Indro bukan sekadar penghuni biasa di bentang alam Tesso Nilo. Gajah jantan ini merupakan salah satu individu penting yang selama bertahun-tahun menjadi bagian dari program konservasi dan monitoring populasi gajah di wilayah tersebut. Pada usia 45 tahun, Indro tergolong gajah yang telah memasuki usia senja. Di habitat alaminya, gajah Sumatera umumnya memiliki rentang hidup antara 55 hingga 70 tahun, namun tekanan ekologis dan konflik dengan manusia kerap memperpendek usia harapan hidup mereka.

Taman Nasional Tesso Nilo sendiri merupakan salah satu kantong habitat terakhir gajah Sumatera di Provinsi Riau. Kawasan ini terus menghadapi tekanan berat akibat alih fungsi lahan dan perambahan hutan yang menggerus koridor jelajah satwa. Kematian Indro menambah daftar panjang kehilangan satwa kunci di kawasan konservasi yang terus menyusut ini.

Fase musth pada gajah memang menjadi periode yang sangat rentan. Dalam kondisi liar, gajah yang mengalami musth seringkali mengalami dehidrasi dan kelelahan akut, sehingga wajar jika tim medis menyoroti faktor penurunan nafsu makan sebagai pemicu utama kematian Indro. Meski demikian, pengelola taman nasional menegaskan bahwa mereka terus berupaya memperkuat pengawasan kesehatan terhadap populasi gajah yang tersisa untuk mencegah kejadian serupa di masa mendatang.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
pandu-rangga

Editor Ekonomi. Editor ekonomi breaking dan update pasar terkini.

Comments (0)

User