Polda Riau Gelar Doa Lintas Agama Jelang Hari Bhayangkara ke-80

Pekanbaru – Menyongsong puncak peringatan Hari Bhayangkara ke-80, Kepolisian Daerah (Polda) Riau menggelar Doa Bersama Lintas Agama di Ruang Tribrata, Markas Polda Riau, pada Selasa (27/6). Kegiata

Jul 08, 2026 - 05:16
0 0
Polda Riau Gelar Doa Lintas Agama Jelang Hari Bhayangkara ke-80

Pekanbaru – Menyongsong puncak peringatan Hari Bhayangkara ke-80, Kepolisian Daerah (Polda) Riau menggelar Doa Bersama Lintas Agama di Ruang Tribrata, Markas Polda Riau, pada Selasa (27/6). Kegiatan khidmat ini menjadi wujud syukur sekaligus refleksi pengabdian korps berseragam cokelat tersebut dalam menjalankan tugas melindungi, melayani, dan mengayomi masyarakat Bumi Lancang Kuning.

Mewakili Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan yang tengah mengikuti gladi resik puncak Hari Bhayangkara di Jakarta, Wakapolda Riau Brigjen Pol Hengki Haryadi membuka secara langsung acara yang dihadiri para pejabat utama (PJU) Polda Riau, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi Riau, serta tokoh-tokoh lintas agama dari berbagai kepercayaan.

Kehadiran perwakilan Islam, Kristen Protestan, Katolik, Hindu, Buddha, dan Konghucu mencerminkan komitmen Polda Riau merajut harmoni keberagaman di tengah masyarakat. Mereka duduk bersama, satu per satu memanjatkan doa sesuai keyakinan masing-masing agar Polri senantiasa diberi kekuatan dan kebijaksanaan dalam menjalankan amanahnya.

“Perjalanan 80 tahun Polri bukan sekadar pertambahan usia. Ini adalah momentum untuk merenungkan kembali makna pengabdian kami kepada bangsa dan negara,” ujar Brigjen Hengki Haryadi saat membacakan sambutan.

Menurut laporan media kami, suasana penuh kekhidmatan terasa sejak awal kegiatan. Ruang Tribrata yang biasanya menjadi pusat pengambilan kebijakan strategis berubah menjadi ruang perenungan spiritual yang menyatukan berbagai latar belakang iman. Para peserta khusyuk mengikuti rangkaian doa yang dipimpin oleh masing-masing pemuka agama.

Brigjen Hengki menambahkan bahwa usia 80 tahun bagi Polri ibarat individu yang telah memiliki kematangan dalam berpikir, bertindak, dan melayani publik. Ia menekankan pentingnya meningkatkan profesionalisme sekaligus menjaga kedekatan dengan seluruh elemen masyarakat melalui pendekatan yang humanis dan spiritual.

“Institusi Polri harus terus bertransformasi menjadi pelindung, pengayom, dan pelayan yang presisi. Dukungan doa dari seluruh umat beragama menjadi energi tersendiri bagi kami dalam menghadapi tantangan ke depan,” lanjutnya.

Kegiatan doa bersama ini juga dirangkaikan dengan pemotongan tumpeng sebagai simbol rasa syukur. Tumpeng yang dipotong oleh Wakapolda Riau kemudian diserahkan kepada perwakilan tokoh agama sebagai wujud penghormatan dan sinergitas antara kepolisian dengan pemuka spiritual. Momentum ini sekaligus menegaskan bahwa Polri hadir tidak hanya secara fisik dalam menjaga keamanan, tetapi juga secara batin melalui peran para pemuka agama yang selama ini menjadi pilar moral masyarakat.

Sementara itu, Kapolda Riau Irjen Herry Heryawan yang tengah bersiap mengikuti puncak peringatan di Jakarta menyampaikan pesan melalui sambungan teleconference agar seluruh jajaran terus menjaga soliditas internal serta kemitraan dengan seluruh komponen bangsa. Peringatan Hari Bhayangkara ke-80 tahun ini mengusung tema “Polri Presisi Mendukung Percepatan Transformasi Ekonomi yang Inklusif dan Berkelanjutan Menuju Indonesia Emas”.

Doa lintas agama ini merupakan tradisi tahunan yang digelar Polda Riau untuk memperkuat ikatan batin antara institusi dengan masyarakat. Lebih dari sekadar rutinitas seremonial, kegiatan ini menjadi bukti nyata bahwa Kepolisian Negara Republik Indonesia menjunjung tinggi nilai-nilai kebhinnekaan dan memposisikan diri sebagai garda terdepan dalam merawat kerukunan umat beragama di tanah air.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
fitri-handayani

Reporter Lapangan. Reporter lapangan peristiwa terkini.

Comments (0)

User