Fadli Zon Diberi Gelar Adat Muna Sangia Tilano Lia Metaduno
BARU SAJA — Menteri Kebudayaan (Menbud) Fadli Zon resmi dinobatkan sebagai penerima gelar kehormatan tertinggi adat Muna, Sangia Tilano Lia Metaduno, dalam upacara sakral di Kabupaten Muna, Sulawesi...
BARU SAJA — Menteri Kebudayaan (Menbud) Fadli Zon resmi dinobatkan sebagai penerima gelar kehormatan tertinggi adat Muna, Sangia Tilano Lia Metaduno, dalam upacara sakral di Kabupaten Muna, Sulawesi Tenggara, Sabtu sore. Gelar kebesaran ini disematkan langsung oleh para pemangku adat dari Kesultanan Muna sebagai pengakuan atas kiprah dan kontribusi nyata Fadli Zon dalam menjaga serta memajukan warisan budaya Nusantara.
Prosesi Adat Penuh Makna
Penganugerahan berlangsung di pusat kegiatan adat Muna dengan rangkaian ritual yang khidmat. Prosesi diawali dengan iring-iringan tetua adat, dilanjutkan pengucapan sumpah adat, dan puncaknya penyematan mahkota serta penyerahan atribut kebesaran. Tarian tradisional khas Muna, seperti mosehe, turut memeriahkan suasana, menandai penyambutan Fadli Zon sebagai bagian dari keluarga besar masyarakat Muna. Ratusan warga dan tokoh setempat menyaksikan langsung momen bersejarah ini.
Ketua Dewan Adat Muna, La Ode Abdul Salam, menyatakan bahwa pemilihan Menbud bukanlah keputusan instan. “Beliau sudah lama membuktikan perhatiannya pada kebudayaan lokal, termasuk tradisi lisan dan ritual adat Muna yang mulai pudar. Gelar ini adalah bentuk ikatan lahir batin,” ujarnya. Fadli Zon tampak mengenakan busana adat lengkap selama prosesi, menunjukkan penghormatan terhadap leluhur Muna.
Makna Filosofis Gelar
Sangia Tilano Lia Metaduno memiliki arti mendalam. Sangia bermakna pemimpin atau raja, Tilano Lia melambangkan penjaga keseimbangan alam dan sosial, sementara Metaduno berarti membawa keberkahan dan kemakmuran. Secara utuh, gelar ini menggambarkan sosok pemimpin bijak yang menjaga harmoni serta mendatangkan kesejahteraan bagi masyarakatnya. Dalam tradisi Muna, gelar ini hanya diberikan kepada individu luar biasa yang dianggap telah berjasa luas, bukan sekadar tamu kehormatan.
Alasan di Balik Penghargaan
Fadli Zon dinilai aktif mendorong pencatatan warisan budaya tak benda Indonesia ke UNESCO, termasuk potensi budaya Muna seperti kaghati kolope (layang-layang tradisional) dan naskah kuno La Galigo versi Muna. Sebagai Menbud, ia juga mempercepat program digitalisasi arsip budaya dan revitalisasi bahasa daerah, termasuk bahasa Muna yang kini diambang kepunahan. Inisiatif itu dianggap selaras dengan semangat Sangia Tilano Lia Metaduno yang mewajibkan pemangku gelar untuk terus merawat ingatan kolektif leluhur.
“Saya menerima gelar ini sebagai amanah, bukan hanya penghormatan. Budaya Muna adalah cermin kekayaan Indonesia yang harus kita lindungi bersama. Ini akan menambah semangat saya untuk mengorkestrasi kebangkitan budaya-budaya Nusantara,” kata Fadli Zon usai upacara. Ia menambahkan akan segera menginisiasi festival budaya Muna berskala nasional sebagai bentuk pelestarian konkret.
Penganugerahan gelar ini sekaligus memperkuat posisi Muna sebagai salah satu pusat peradaban maritim di timur Indonesia. Pemerintah daerah setempat berharap, kehadiran tokoh nasional dengan gelar adat mampu mendongkrak pariwisata budaya dan investasi di sektor ekonomi kreatif berbasis tradisi. Hingga berita ini diturunkan, Kemenbud juga tengah menyiapkan nota kesepahaman dengan Pemkab Muna untuk pengembangan cagar budaya dan pelatihan generasi muda dalam kesenian tradisional.
Baca juga:
Comments (0)