KPK: Bupati Sukoharjo Etik Suryani Teruskan Pola Pemerasan Suami

BARU SAJA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) resmi menahan Bupati Sukoharjo, Etik Suryani, dalam pusaran kasus dugaan pemerasan terhadap jajaran aparatur sipil negara di lingkungan pemerintah daer...

Jul 12, 2026 - 15:47
0 0
KPK: Bupati Sukoharjo Etik Suryani Teruskan Pola Pemerasan Suami

BARU SAJA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) resmi menahan Bupati Sukoharjo, Etik Suryani, dalam pusaran kasus dugaan pemerasan terhadap jajaran aparatur sipil negara di lingkungan pemerintah daerah setempat. Penetapan tersangka ini mencuat setelah penyidik mengantongi bukti kuat adanya aliran dana rutin yang dikoordinasikan langsung oleh orang nomor satu di Sukoharjo itu.

Lembaga antirasuah mengonfirmasi bahwa pola pemerasan yang dijalankan Etik bukanlah hal baru. Jejak serupa ditemukan pada era kepemimpinan suaminya yang sebelumnya juga menduduki jabatan bupati. Indikasi kuat menunjukkan praktik permintaan setoran periodik dari para kepala dinas, camat, hingga pejabat eselon III telah menjadi kebiasaan yang diturunkan.

Modus Operandi Sistematis

Berdasarkan hasil penyelidikan mendalam, tersangka diduga memanfaatkan kewenangan mutasi dan rotasi jabatan sebagai instrumen tekanan. Bawahan yang tidak memenuhi permintaan dana terancam digeser ke posisi tidak strategis atau bahkan dinonjobkan. Skema ini dijalankan secara tertutup melalui perantara kepercayaan yang bertindak sebagai pengumpul dana.

Tim penyidik KPK menyita sejumlah dokumen transaksi keuangan mencurigakan serta barang bukti elektronik dari penggeledahan di tiga lokasi berbeda, termasuk kantor bupati dan kediaman pribadi. Total nilai setoran yang berhasil diidentifikasi sementara ini mencapai miliaran rupiah.

  • Bukti kunci: Rekaman komunikasi dan catatan keuangan informal
  • Pelaku: Bupati aktif bersama jaringan perantara
  • Korban: Ratusan pejabat struktural dan fungsional

Warisan Korupsi Berantai

Fakta mengejutkan terungkap saat penyidik menelusuri akar permasalahan. Suami Etik Suryani yang memimpin Sukoharjo sebelum dirinya diduga kuat mewariskan cetak biru pemerasan sistematis. Ada indikasi pendokumentasian pola operasi yang sengaja dipertahankan lintas periode kekuasaan. KPK kini memperdalam dugaan keterlibatan pihak lain yang turut menikmati hasil pemerasan ini.

Modus permintaan jatah bulanan dengan besaran bervariasi sesuai jabatan ini telah berlangsung dalam rentang waktu signifikan. Sumber dana berasal dari pos anggaran perjalanan dinas fiktif, mark-up pengadaan barang dan jasa, serta pemotongan tunjangan kinerja pegawai.

Respons Cepat KPK

Lembaga pimpinan sementara ini bergerak cepat menahan tersangka untuk mencegah potensi perusakan barang bukti. Etik dijerat dengan pasal pemerasan dalam jabatan yang membawa ancaman pidana maksimal seumur hidup. Publik menantikan proses hukum yang transparan menyusul pengungkapan kasus ini.

KPK mengimbau seluruh pejabat daerah yang menjadi korban tekanan untuk berani melapor. Lembaga antikorupsi berkomitmen memberikan perlindungan hukum bagi saksi pelapor yang kooperatif. Ini menjadi momentum penting pemberantasan korupsi di tubuh pemerintahan daerah yang kerap kali tertutup dari sorotan publik.

Baca juga:

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User