Gelombang Serangan Mematikan Rusia Lumpuhkan Kyiv dan Odesa Sabtu Ini

KYIV, DETIK INI – Rentetan ledakan dahsyat mengguncang ibu kota Ukraina dan kota pelabuhan strategis Odesa pada Sabtu (11/7) dini hari, saat militer Rusia melancarkan gelombang serangan udara paling...

Jul 12, 2026 - 16:03
0 0

KYIV, DETIK INI – Rentetan ledakan dahsyat mengguncang ibu kota Ukraina dan kota pelabuhan strategis Odesa pada Sabtu (11/7) dini hari, saat militer Rusia melancarkan gelombang serangan udara paling intens dalam beberapa pekan terakhir. Rudal jelajah dan drone kamikaze menghujani kawasan permukiman serta infrastruktur kritis, memicu kebakaran besar dan kepanikan massal.

Serangan Bertubi-tubi Sejak Subuh

Sirine serangan udara meraung tanpa henti sejak pukul 02.00 waktu setempat. Sistem pertahanan udara Ukraina berusaha mencegat proyektil yang masuk, namun sejumlah rudal berhasil lolos dan menghantam target di pusat kota. Ledakan terdengar hingga radius 15 kilometer dari titik jatuh, menurut saksi mata. Sedikitnya 24 rudal Kalibr dan 18 drone Shahed diluncurkan dari kapal perang di Laut Hitam dan pangkalan udara di wilayah pendudukan Krimea, berdasarkan laporan awal militer Ukraina.

Odesa Dihantam, Infrastruktur Energi Lumpuh

Di Odesa, serangan menghantam fasilitas penyimpanan bahan bakar dan gardu listrik utama. Akibatnya, lebih dari 200.000 penduduk kehilangan aliran listrik. Tim pemadam berjuang menjinakkan api yang melalap gudang seluas 5.000 meter persegi. Serangan ini menandai eskalasi setelah Rusia keluar dari kesepakatan biji-bijian Laut Hitam, menjadikan Odesa titik rentan dalam rantai pasok pangan global.

Korban Sipil Berjatuhan

Layanan darurat melaporkan sedikitnya 7 warga tewas dan 23 lainnya luka-luka di Kyiv, sementara di Odesa korban jiwa mencapai 4 orang. Sebuah apartemen sembilan lantai di distrik Solomyanskyi ambruk sebagian setelah dihantam rudal, menjebak puluhan penghuni di balik reruntuhan. “Saya melihat bola api raksasa lalu semuanya gelap,” ujar Yulia, warga yang selamat dari reruntuhan.

Respons Cepat dan Peringatan Baru

Presiden Volodymyr Zelensky langsung mengutuk serangan ini sebagai “terorisme negara” dan menyerukan komunitas internasional untuk mempercepat pengiriman sistem pertahanan udara. Sementara itu, intelijen Ukraina memperingatkan bahwa Rusia diduga tengah menyiapkan gelombang serangan lanjutan dengan target infrastruktur pelabuhan Danube. Warga diimbau untuk tetap berada di tempat perlindungan dan tidak mendekati puing-puing berbahaya.

Operasi pencarian korban masih berlangsung, dan jumlah korban diperkirakan akan bertambah seiring tim SAR menjangkau area yang terdampak paling parah. Ini menjadi salah satu hari paling berdarah bagi warga sipil sejak awal tahun 2025, menegaskan bahwa taktik tekanan maksimum Kremlin belum mereda.

Baca juga:

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User