Monday, 24 August 2026 | 15:22 WIB

Bima Arya Desak Daerah Perkuat Sinergi Lawan Inflasi

JAKARTA — BARU SAJA: Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya Sugiarto menyampaikan instruksi tegas kepada seluruh jajaran pemerintah daerah. Sinergi pengendalian inflasi harus segera diperkuat tanpa ko...

Jul 28, 2026 - 10:28
0 0
Bima Arya Desak Daerah Perkuat Sinergi Lawan Inflasi

JAKARTA — BARU SAJA: Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya Sugiarto menyampaikan instruksi tegas kepada seluruh jajaran pemerintah daerah. Sinergi pengendalian inflasi harus segera diperkuat tanpa kompromi.

UPDATE MENIT LALU — Permintaan ini disampaikan langsung oleh Wamendagri dalam forum koordinasi yang digelar secara terbatas. Ia menekankan bahwa kolaborasi lintas sektor menjadi senjata utama menghadapi gejolak harga pangan yang masih mengancam.

Target Pertumbuhan 8 Persen Jadi Sorotan

KONFIRMASI — Stabilitas harga disebut sebagai fondasi mutlak untuk mengamankan target ambisius pertumbuhan ekonomi nasional. Angka 8 persen menjadi acuan yang tidak bisa ditawar.

“Tanpa inflasi yang terkendali, pertumbuhan ekonomi hanyalah ilusi,” demikian penegasan Bima Arya yang dikutip dari sesi arahan tertutup tersebut. Setiap kepala daerah diminta turun tangan langsung memantau pergerakan harga di pasar-pasar tradisional.

Instruksi Langsung ke Kepala Daerah

Beberapa poin krusial yang disampaikan Wamendagri meliputi:

  • Pemantauan harga bahan pokok secara real-time di setiap kabupaten dan kota
  • Operasi pasar murah sebagai intervensi cepat saat terjadi lonjakan harga
  • Penguatan cadangan pangan daerah untuk antisipasi krisis pasokan
  • Koordinasi intensif dengan Bulog, distributor, dan asosiasi pedagang
  • Pelaporan harian situasi inflasi ke pemerintah pusat tanpa penundaan

SIAGA — Bima Arya juga menyoroti pentingnya ketahanan pangan sebagai benteng pertahanan ekonomi daerah. Ketergantungan pada pasokan dari luar wilayah harus dikurangi secara bertahap melalui optimalisasi produksi lokal.

Darurat Inflasi Pangan

Sinyal DARURAT tercium dari data pergerakan harga komoditas strategis dalam beberapa pekan terakhir. Beras, cabai, dan minyak goreng menjadi komoditas yang paling rentan memicu gejolak inflasi di tingkat daerah.

Pemerintah daerah diminta tidak lagi bersikap reaktif. Strategi preventif harus menjadi pola kerja baru. Deteksi dini terhadap potensi kenaikan harga wajib dilakukan sebelum situasi memburuk.

Saksi mata dari lingkungan Kemendagri mengonfirmasi bahwa rapat koordinasi berlangsung dalam suasana serius. Tidak ada ruang untuk sekadar formalitas. Setiap gubernur, bupati, dan wali kota diharuskan menyampaikan laporan konkret dalam waktu dekat.

Evakuasi Kebijakan Lama

PERKEMBANGAN — Arahan Wamendagri ini menandai babak baru dalam strategi pengendalian inflasi nasional. Pendekatan lama yang bersifat sektoral dan terfragmentasi sudah tidak relevan. Era baru menuntut integrasi kebijakan dari pusat hingga ke pelosok daerah.

Bima Arya menekankan bahwa keberhasilan menekan inflasi akan menjadi indikator kinerja utama bagi setiap kepala daerah. Tidak ada toleransi bagi wilayah yang gagal menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok masyarakat.

Pemerintah pusat akan memperkuat sistem pemantauan dan evaluasi. Data inflasi daerah akan diintegrasikan ke dalam dashboard nasional yang dapat diakses secara transparan oleh publik.

Hingga berita ini diturunkan, sejumlah pemerintah daerah dikabarkan telah mulai menggelar rapat internal untuk menindaklanjuti arahan Wamendagri. Respons cepat menjadi bukti keseriusan menghadapi tantangan inflasi yang terus membayangi.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User