15 Hektare Lahan di Gunung Gombak Ponorogo Hangus Terbakar
PONOROGO – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melanda kawasan Gunung Gombak, Kabupaten Ponorogo, menghanguskan area seluas 15 hektare. Api berhasil dipadamkan setelah pertempuran sengit melawan ji...
PONOROGO – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melanda kawasan Gunung Gombak, Kabupaten Ponorogo, menghanguskan area seluas 15 hektare. Api berhasil dipadamkan setelah pertempuran sengit melawan jilatan si jago merah yang berlangsung selama delapan jam.
Kronologi dan Respons Cepat
Aparat pemadam kebakaran mendapat laporan warga sekitar pukul 13.00 WIB saat kepulan asap tebal mulai membubung dari puncak gunung. Tim gabungan yang terdiri dari personel BPBD, TNI, Polri, relawan, dan warga setempat segera diterjunkan menuju lokasi. Akses menuju titik api terbilang sulit karena medan terjal dan minimnya sumber air di sekitar area terbakar. Meski demikian, upaya pemadaman terus diintensifkan dengan metode pemadaman darat dan pembasahan sekat bakar untuk mencegah perluasan titik api.
Data dan Fakta Kebakaran
- Luas lahan hangus: 15 hektare mencakup vegetasi semak belukar, ilalang, dan sebagian pohon pinus.
- Durasi penanganan: lebih dari 8 jam (pukul 13.00 WIB hingga sekitar 21.30 WIB).
- Kekuatan personel: puluhan petugas gabungan dan relawan.
- Kendala: angin kencang, medan curam, serta terbatasnya jalur evakuasi air.
- Status terkini: titik api sudah padam total, pendinginan dan monitoring masih berlanjut.
Pernyataan Resmi dan Dampak
Kepala Pelaksana BPBD Ponorogo menyatakan bahwa kebakaran diduga dipicu oleh faktor alam berupa cuaca ekstrem kering yang diperparah angin kencang. Namun, pihaknya tidak menutup kemungkinan adanya unsur kelalaian manusia dan tengah melakukan penyelidikan lebih lanjut. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, namun kerugian ekologis masih dihitung.
Kebakaran ini juga memicu gangguan aktivitas warga di lereng gunung. Beberapa jalur pendakian ditutup sementara untuk mengantisipasi risiko. Seorang saksi mata, Slamet (45), menuturkan, “Api cepat sekali membesar karena angin. Kami langsung bergotong royong membantu petugas membawa peralatan.”
Imbauan dan Antisipasi
Dengan puncak musim kemarau yang diprediksi masih berlangsung, masyarakat diimbau untuk tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu percikan api di kawasan hutan. BPBD Ponorogo memperkuat pos pemantauan dan menyiagakan regu reaksi cepat di titik-titik rawan karhutla. “Siaga satu. Kami minta warga melapor segera jika melihat titik api sekecil apa pun,” tegas petugas.
Hingga berita ini diturunkan, operasi pendinginan masih berjalan untuk memastikan tak ada bara tersisa yang bisa kembali menyulut kebakaran susulan. Kawasan Gunung Gombak tetap dalam pengawasan ketat.
Comments (0)