Oct 12, 2026
breaking

Tak Ada Anggaran, Pramono Bidik CSR dan Dana Luar Biasa untuk JPO Tendean

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memastikan pembangunan kembali jembatan penyeberangan orang di Jalan Kapten Tendean tetap berjalan meski belum ada alokasi dana daerah.UPDATE — Keputusan ini diamb...

Tak Ada Anggaran, Pramono Bidik CSR dan Dana Luar Biasa untuk JPO Tendean

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memastikan pembangunan kembali jembatan penyeberangan orang di Jalan Kapten Tendean tetap berjalan meski belum ada alokasi dana daerah.

UPDATE — Keputusan ini diambil di tengah kekosongan anggaran yang membuat proyek vital tersebut tertahan. Pemprov DKI kini membidik pendanaan dari luar APBD.

Pendanaan Alternatif Dikebut

Sumber dana ditargetkan dari Corporate Social Responsibility (CSR) perusahaan dan mekanisme pendanaan luar biasa. Langkah ini menjadi jalan pintas agar konstruksi tidak kembali mangkrak.

"Kami sedang merumuskan skema yang memungkinkan sektor swasta terlibat langsung tanpa membebani kas daerah lebih dulu," ujar Pramono kepada awak media, Senin (14/7/2026).

JPO Tendean merupakan akses pejalan kaki strategis yang menghubungkan pusat bisnis dan permukiman padat. Tanpa jembatan itu, risiko kecelakaan lalu lintas meningkat tajam.

Fakta Kunci

Berikut sejumlah fakta yang terkonfirmasi sejauh ini:

  • Alokasi APBD untuk pembangunan JPO Tendean nihil.
  • Gubernur memastikan proyek tetap dimulai dalam tahun anggaran berjalan.
  • CSR perusahaan BUMN dan swasta menjadi opsi utama.
  • Pemprov juga menyiapkan payung hukum untuk penggunaan dana luar biasa.
  • Detail desain dan nilai kontrak belum diumumkan.

Sinergi Korporasi Disiapkan

Beberapa perusahaan pelat merah disebut telah diajak komunikasi awal. Dukungan dari BUMN di sektor konstruksi dan perbankan dinilai paling potensial. Namun, Pemprov belum merilis daftar resmi calon mitra.

"Kami ingin transparan. Setelah skema final, publik akan tahu siapa saja yang terlibat dan berapa kontribusinya," imbuh Pramono singkat.

Besaran kebutuhan dana ditaksir tidak lebih dari Rp 15 miliar berdasarkan perkiraan awal konstruksi jembatan serupa. Dana sebesar itu, menurut kalkulasi tim ekonomi Pemprov, dapat dipenuhi melalui dua sampai tiga entitas korporasi.

Mekanisme Luar Biasa Jadi Kunci

Jika CSR tidak mencukupi, Pemprov akan mengaktifkan instrumen pendanaan luar biasa yang memungkinkan penyesuaian anggaran pada perubahan mendesak. Instrumen ini biasanya digunakan untuk kondisi darurat atau proyek yang tidak bisa ditunda.

Pengamat tata kota menilai langkah Pramono cukup terobosan. Selama ini, banyak infrastruktur pejalan kaki di Jakarta terbengkalai hanya karena persoalan administrasi anggaran. Kreativitas pendanaan dinilai penting agar kota tidak kehilangan fasilitas publik yang fundamental.

Di sisi lain, warga sekitar berharap pembangunan dimulai secepatnya. Beberapa waktu lalu, seorang pejalan kaki dilaporkan mengalami kecelakaan saat menyeberang di area tersebut. Lokasi Tendean memang dikenal dengan arus kendaraan yang sulit diprediksi.

“Setiap hari saya harus ekstra hati-hati. Kalau jembatan sudah jadi, lebih aman,” kata seorang warga.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS admin

Comments (0)

User