Wamendagri Ribka Soroti Peran TP PKK Wujudkan Indonesia Emas
JAKARTA — Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Ribka Haluk menegaskan urgensi transformasi kelembagaan Tim Penggerak PKK sebagai garda terdepan akselerasi pembangunan sumber daya manusia. Pernyat...
JAKARTA — Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Ribka Haluk menegaskan urgensi transformasi kelembagaan Tim Penggerak PKK sebagai garda terdepan akselerasi pembangunan sumber daya manusia. Pernyataan ini disampaikan dalam konteks visi besar Indonesia Emas 2045.
Penekanan utama tertuju pada kapasitas pemerintah daerah untuk melakukan penguatan struktural TP PKK. Langkah ini dinilai krusial dalam menciptakan fondasi keluarga dan masyarakat yang tangguh, produktif, serta berdaya saing tinggi menyongsong satu abad kemerdekaan.
Strategi Penguatan Mendasar
Wamendagri Ribka Haluk memerinci bahwa penguatan dimaksud bukan sekadar seremonial. Ia mendesak pemda untuk menyasar tiga aspek vital yang selama ini menjadi tulang punggung gerakan PKK di lapangan.
- Optimalisasi Program Pokok: Penghayatan dan pengamalan Pancasila, gotong royong, pangan, sandang, perumahan dan tata laksana rumah tangga, pendidikan dan keterampilan, kesehatan, pengembangan kehidupan berkoperasi, kelestarian lingkungan hidup, dan perencanaan sehat.
- Digitalisasi Administrasi: Mendorong pencatatan dan pelaporan berbasis teknologi untuk memetakan dampak program secara riil dan terukur di setiap jenjang.
- Kolaborasi Multi-Pihak: Mengintegrasikan gerakan PKK dengan program prioritas pemerintah seperti penurunan stunting, pengendalian inflasi, dan ketahanan pangan.
Pilar Pembangunan Keluarga
Gerakan PKK dipandang sebagai instrumen vital yang menyentuh langsung unit terkecil negara, yakni keluarga. Berdasarkan data di lingkungan Kemendagri, vitalitas TP PKK yang tersebar hingga tingkat dasawisma diyakini mampu menjadi agregator perubahan perilaku masyarakat.
“Kekuatan PKK terletak pada jejaringnya yang masif. Pemda harus memastikan kader-kader ini mendapatkan peningkatan kapasitas yang masif dan berkelanjutan,” tegas melalui keterangan resmi, Selasa (11/7/2026).
Kerangka Waktu 2045
Dengan menyisakan kurang dari dua dekade menuju puncak bonus demografi, tekanan terhadap pembentukan keluarga berkualitas semakin tinggi. Ribka Haluk menyebut bahwa stagnasi gerakan PKK di akar rumput merupakan risiko strategis yang tidak bisa ditoleransi.
Peningkatan kompetensi kader, penyediaan sarana prasarana, dan integrasi program PKK ke dalam rencana pembangunan daerah menjadi instruksi prioritas yang harus segera dieksekusi oleh jajaran birokrasi di seluruh Indonesia.
Comments (0)