DPR Endus Bunker Lain di Kasus Febrie Adriansyah

JAKARTA, DETIK INI JUGA — Komisi III DPR mengejutkan publik dengan mengkonfirmasi temuan awal soal dugaan bunker rahasia kedua dalam pusaran kasus korupsi yang membelit tersangka Febrie Adriansyah. ...

Jul 12, 2026 - 03:37
0 0
DPR Endus Bunker Lain di Kasus Febrie Adriansyah

JAKARTA, DETIK INI JUGA — Komisi III DPR mengejutkan publik dengan mengkonfirmasi temuan awal soal dugaan bunker rahasia kedua dalam pusaran kasus korupsi yang membelit tersangka Febrie Adriansyah. Informasi ini mencuat hanya berselang jam setelah proses hukum sang tersangka memasuki babak baru penyidikan gabungan lintas lembaga.

Dugaan Bunker Baru Muncul dari Rapat Tertutup

Sinyalemen itu pertama kali diungkap Ketua Komisi III DPR Habiburokhman dalam jeda rapat konsultasi pengawasan bersama Kejaksaan Agung dan KPK. Menurutnya, pihak legislatif menerima laporan adanya sebuah struktur tersembunyi yang diduga kuat digunakan untuk menyimpan barang bukti maupun aset hasil kejahatan.

“Kami dengar info ada bunker lain. Lokasinya terpisah dari yang sudah lebih dulu disegel penyidik. Ini masih dalam penelusuran, tapi informasinya mengarah ke penyimpanan dokumen dan dana tunai,” ujar Habiburokhman dengan nada serius.

Fakta Cepat: Bunker dan Kasus Febrie Adriansyah

  • Tersangka kunci di tiga megaskandal: korupsi tata niaga batu bara, pengelolaan dana investasi ASABRI, dan pengadaan di Krakatau Steel.
  • Bunker pertama telah ditemukan berisi dokumen kontrak fiktif dan uang miliaran rupiah dalam pecahan valas.
  • Bunker baru diduga berada di luar Pulau Jawa, tersamarkan sebagai gudang logistik biasa.
  • Kerugian negara dari tiga kasus tersebut ditaksir menyentuh lebih dari Rp3 triliun secara akumulatif.

Peran Febrie dalam Jaringan Korupsi Terafiliasi

Febrie Adriansyah bukan nama baru di peta kejahatan keuangan. Ia tercatat sebagai perantara utama dalam penerbitan izin tambang ilegal, sekaligus berperan dalam proses mark-up harga saham dan obligasi di tubuh ASABRI. Sementara di Krakatau Steel, jejaknya muncul pada pengadaan mesin rolling mill yang nilainya digelembungkan hingga 40 persen.

Keberadaan bunker kedua memperkuat dugaan adanya sistematisasi perlindungan aset sejak dini. Tim penyidik kini memburu saksi kunci yang menyebut bunker tersebut telah disiapkan jauh sebelum operasi tangkap tangan direncanakan.

Respons Kejaksaan dan Langkah Selanjutnya

Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus mengonfirmasi bahwa pihaknya tengah berkoordinasi dengan intelijen keuangan untuk memetakan aset tersembunyi. “Kami sudah kantongi indikasi. Begitu cukup bukti, penyegelan dan penggeledahan akan dilakukan serentak,” tegas sumber internal kejaksaan.

Sementara itu, Komisi III menegaskan akan memanggil PPATK dan Badan Intelijen Negara guna mempercepat pelacakan aliran dana ke luar negeri. Publik pun menanti hasil konkret pengungkapan bunker yang bisa membuka borok lebih dalam dari jaringan korupsi ini.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User