Harris Arthur Nahkodai Peradi Profesional, Kawal Martabat Advokat

JAKARTA — Organisasi advokat Peradi Profesional resmi menunjuk Harris Arthur sebagai Ketua Umum. Langkah ini ditegaskan sebagai komitmen untuk menjaga marwah profesi advokat di Indonesia melalui tig...

Jul 14, 2026 - 07:29
0 0
Harris Arthur Nahkodai Peradi Profesional, Kawal Martabat Advokat

JAKARTA — Organisasi advokat Peradi Profesional resmi menunjuk Harris Arthur sebagai Ketua Umum. Langkah ini ditegaskan sebagai komitmen untuk menjaga marwah profesi advokat di Indonesia melalui tiga pilar utama: etika, karakter, dan kolaborasi strategis dengan perguruan tinggi.

Deklarasi Membawa Semangat Baru

Deklarasi yang digelar di Jakarta, Senin (13/7), menandai lahirnya wadah baru bagi para pengacara yang ingin memperkuat fondasi moral profesi. Harris Arthur dalam pidato perdananya menekankan bahwa mutu advokat tidak hanya diukur dari kemenangan di pengadilan, melainkan juga dari integritas dan kontribusi terhadap keadilan.

"Kita tidak bisa membiarkan profesi ini tercoreng oleh segelintir oknum. Peradi Profesional hadir untuk memastikan setiap advokat memegang teguh kode etik dan memiliki karakter yang kokoh," ujar Harris dengan nada tegas. Sorot matanya menunjukkan keseriusan misi yang diemban.

Kolaborasi dengan Kampus Jadi Kunci

Salah satu strategi utama organisasi ini adalah menjalin kemitraan erat dengan fakultas hukum di berbagai universitas. Kerja sama itu mencakup penyusunan kurikulum berbasis praktik, program magang terstruktur, serta pelatihan etika profesi sejak dini. Harapannya, lulusan hukum tidak hanya cakap secara teknis, tetapi juga memiliki kompas moral yang tajam.

"Kami ingin memutus mata rantai advokat yang hanya mengejar fee tanpa peduli kebenaran. Pendidikan adalah senjata paling ampuh," tambah Harris. Ia mengungkapkan, sejumlah universitas ternama telah menyatakan minat untuk menjadi mitra awal.

Respons terhadap Dinamika Profesi

Langkah Harris Arthur ini muncul di tengah meningkatnya sorotan publik terhadap perilaku advokat. Beberapa kasus pelanggaran etik yang mencuat belakangan menjadi pendorong utama lahirnya Peradi Profesional. Organisasi ini tidak bermaksud menyaingi wadah advokat yang sudah ada, tetapi ingin menjadi gerakan moral yang melengkapi.

"Kami bukan pesaing. Kami adalah teman seperjalanan yang mengingatkan bahwa advokat adalah officium nobile, profesi mulia," kata Harris. Ia pun membuka pintu lebar bagi kolega dari organisasi lain untuk bergabung dalam program-program peningkatan kapasitas yang ditawarkan.

Komitmen Jangka Panjang

Di bawah kepemimpinan Harris, Peradi Profesional menargetkan sertifikasi etika bagi seluruh anggota dalam waktu dua tahun. Selain itu, akan dibentuk komisi pengawas independen yang bertugas menindaklanjuti laporan pelanggaran. Semua ini dirancang untuk membangun kembali kepercayaan publik yang sempat goyah.

"Marwah advokat adalah harga mati. Saya siap mengorbankan waktu dan tenaga untuk memastikan profesi ini kembali dihormati," pungkas Harris. Para hadirin menyambut dengan tepuk tangan panjang, menandakan harapan besar pada kepemimpinan baru ini.

Baca juga:

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
tasya-kamila

Social Media Editor. Mengelola distribusi breaking news lintas platform.

Comments (0)

User