Waka MPR Dorong Kemandirian Energi Nasional di Tengah Konflik AS-Iran

JAKARTA — Ketegangan militer antara Amerika Serikat dan Iran yang kian memanas di kawasan Selat Hormuz memicu kekhawatiran serius di dalam negeri. Wakil Ketua MPR RI dari Fraksi PAN, Eddy Soeparno, ...

Jul 17, 2026 - 07:15
0 0
Waka MPR Dorong Kemandirian Energi Nasional di Tengah Konflik AS-Iran

JAKARTA — Ketegangan militer antara Amerika Serikat dan Iran yang kian memanas di kawasan Selat Hormuz memicu kekhawatiran serius di dalam negeri. Wakil Ketua MPR RI dari Fraksi PAN, Eddy Soeparno, menyampaikan peringatan keras bahwa eskalasi konflik di jalur pelayaran minyak paling vital dunia tersebut dapat mengganggu pasokan energi nasional secara signifikan.

Ancaman Langsung ke Jalur Energi Global

Selat Hormuz merupakan jalur transit bagi sekitar 20 persen perdagangan minyak global. Setiap hari, jutaan barel minyak melintasi perairan sempit antara Iran dan Oman ini. Ketegangan terbaru antara Washington dan Teheran menimbulkan ancaman nyata terhadap stabilitas pasokan minyak mentah dunia.

Bentrokan diplomatik dan manuver militer kedua negara dilaporkan meningkat dalam sepekan terakhir. Situasi ini langsung mengguncang pasar energi internasional dan menempatkan negara-negara importir minyak — termasuk Indonesia — dalam posisi rentan.

Peringatan Tegas dari Senayan

Eddy Soeparno menekankan bahwa Indonesia tidak boleh tinggal diam. Ketergantungan terhadap impor minyak dan bahan bakar fosil harus segera diatasi melalui strategi ketahanan energi yang konkret dan terukur. "Kita tidak bisa selamanya bergantung pada pasokan dari luar negeri. Situasi di Selat Hormuz menjadi pengingat betapa rapuhnya rantai pasok energi kita," ujarnya dalam pernyataan resmi yang dikutip Kamis siang.

Politisi PAN itu mendorong pemerintah untuk mempercepat langkah transisi energi menuju kemandirian. Ia menyebut pengembangan energi terbarukan, optimalisasi sumber daya dalam negeri, dan diversifikasi pasokan energi sebagai pilar utama yang harus segera diperkuat.

Langkah Strategis yang Didorong

Beberapa poin kunci yang disorot dalam pernyataan tersebut meliputi:

  • Akselerasi energi terbarukan — pengembangan tenaga surya, angin, dan panas bumi harus diprioritaskan
  • Pengurangan ketergantungan impor — optimalisasi kilang dalam negeri dan eksplorasi sumber energi alternatif
  • Diversifikasi sumber pasokan — memperluas mitra dagang energi untuk mengurangi risiko gejolak geopolitik
  • Cadangan energi strategis — membangun buffer stock minyak nasional untuk menghadapi krisis

Urgensi di Tengah Gejolak Global

Konflik AS-Iran bukan sekadar isu politik Timur Tengah. Dampaknya merembet langsung ke harga BBM, biaya logistik, dan inflasi domestik. Indonesia sebagai negara kepulauan dengan konsumsi energi yang terus meningkat harus memiliki rencana kontingensi yang matang.

Eddy menegaskan momentum ini harus dimanfaatkan sebagai katalis reformasi kebijakan energi nasional. Kemandirian energi, menurutnya, bukan lagi sekadar wacana jangka panjang, melainkan kebutuhan mendesak yang harus direalisasikan segera.

DPR dan MPR disebut akan terus mengawal isu ini dalam pembahasan kebijakan energi bersama pemerintah. Langkah legislatif dinilai krusial untuk memastikan ketahanan energi nasional tidak lagi rentan terhadap gejolak geopolitik global.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User