Tragedi Gorong-gorong Jaktim: 3 Pekerja Tewas Terpapar Gas Beracun

BREAKING — Tiga pekerja tewas beruntun di dalam gorong-gorong proyek saluran air, Jakarta Timur, dalam insiden yang diduga kuat dipicu paparan gas berbahaya. Seorang warga negara asing termasuk di a...

Jul 13, 2026 - 14:01
0 0
Tragedi Gorong-gorong Jaktim: 3 Pekerja Tewas Terpapar Gas Beracun

BREAKING — Tiga pekerja tewas beruntun di dalam gorong-gorong proyek saluran air, Jakarta Timur, dalam insiden yang diduga kuat dipicu paparan gas berbahaya. Seorang warga negara asing termasuk di antara korban jiwa.

Peristiwa nahas ini berawal ketika satu pekerja masuk ke dalam gorong-gorong untuk melakukan pemeriksaan rutin. Korban pertama tak kunjung muncul ke permukaan. Dua rekannya menyusul masuk untuk menyelamatkan. Ketiganya ditemukan tidak bernyawa.

Kronologi Penyelamatan yang Berujung Petaka

Saksi mata di lokasi melaporkan bahwa korban pertama turun ke dalam gorong-gorong sekitar pukul 10.00 WIB. Setelah beberapa menit tidak ada respons, dua pekerja lain masuk tanpa alat pelindung diri memadai. Upaya heroik itu justru menambah jumlah korban.

Tim penyelamat dari dinas pemadam kebakaran tiba dalam waktu 30 menit setelah laporan diterima. Evakuasi berlangsung dramatis menggunakan alat bantu pernapasan dan tali pengaman. Ketiga korban sudah dalam kondisi kritis saat berhasil diangkat keluar.

  • Korban pertama: pekerja harian, turun untuk inspeksi rutin
  • Korban kedua dan ketiga: rekan kerja yang berusaha menolong
  • Satu korban merupakan warga negara asing, identitas masih diverifikasi

Gas Berbahaya Jadi Dugaan Utama

Hipotesis awal mengarah pada akumulasi gas beracun di ruang terbatas gorong-gorong. Metana dan hidrogen sulfida lazim terperangkap di saluran air tertutup. Tanpa ventilasi memadai, gas-gas ini mampu melumpuhkan dalam hitungan detik.

Kepolisian telah memasang garis batas di sekitar lokasi. Petugas laboratorium forensik mengambil sampel udara untuk dianalisis. Hasil uji awal diharapkan keluar dalam 48 jam ke depan.

UPDATE: Dinas Tenaga Kerja menyatakan perusahaan subkontraktor akan diperiksa terkait prosedur keselamatan. Ketersediaan alat pelindung dan standar operasi di ruang terbatas menjadi fokus investigasi.

Respons Pemerintah dan Imbauan Keselamatan

Wali Kota Jakarta Timur menyampaikan belasungkawa dan memerintahkan audit menyeluruh terhadap seluruh proyek infrastruktur di wilayahnya. Seluruh pekerja proyek saluran diimbau menghentikan operasi sementara menunggu hasil pemeriksaan.

Pakar keselamatan kerja mengingatkan bahwa ruang terbatas menyimpan bahaya tidak kasatmata. Prosedur wajib meliputi uji kualitas udara, penyediaan ventilator, alat bantu pernapasan, dan sistem komunikasi darurat.

Jenazah ketiga korban telah dibawa ke Rumah Sakit Polri Kramat Jati untuk autopsi. Pihak kepolisian masih menunggu konfirmasi resmi identitas korban WNA melalui jalur diplomatik.

Insiden ini menjadi peringatan keras akan pentingnya kepatuhan terhadap regulasi K3 di lingkungan kerja berisiko tinggi. Masyarakat diimbau tidak mendekati lokasi kejadian selama proses investigasi berlangsung.

Baca juga:

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
yoga-mahendra

Editor Breaking News. Mantan assignment editor TV nasional.

Comments (0)

User