Pembakaran Santri Lombok: 2 Tersangka, 1 Tewas, 2 Luka Parah

BARU SAJA — Aparat kepolisian menetapkan dua orang sebagai tersangka dalam peristiwa pembakaran asrama santri di Lombok yang mengakibatkan satu orang tewas dan dua lainnya mengalami luka bakar seriu...

Jul 13, 2026 - 15:02
0 0
Pembakaran Santri Lombok: 2 Tersangka, 1 Tewas, 2 Luka Parah

BARU SAJA — Aparat kepolisian menetapkan dua orang sebagai tersangka dalam peristiwa pembakaran asrama santri di Lombok yang mengakibatkan satu orang tewas dan dua lainnya mengalami luka bakar serius. Kedua tersangka langsung diamankan beberapa jam pasca-kejadian.

  • 1 santri meninggal dunia di lokasi kejadian.
  • 2 korban luka bakar kritis dilarikan ke rumah sakit.
  • 2 tersangka ditangkap dalam waktu singkat.
  • Polisi mendalami motif dendam antarindividu.

Kronologi Kejadian

Insiden terjadi pada malam hari di sebuah pondok pesantren di Lombok. Saksi mata melaporkan mendengar teriakan dan melihat kobaran api dari salah satu kamar asrama. Api dengan cepat membesar dan menjalar ke bagian lain bangunan. Proses evakuasi berlangsung darurat, namun satu santri tidak dapat diselamatkan.

Dua santri lainnya berhasil dievakuasi dengan luka bakar serius mencapai lebih dari 60 persen tubuh. Mereka saat ini dalam perawatan intensif.

Berdasarkan olah TKP, petugas menemukan sisa-sisa cairan mudah terbakar. Ini memperkuat dugaan bahwa api sengaja dinyalakan. Tim Inafis masih melakukan penyelidikan lebih lanjut.

Penetapan Tersangka

Polisi bergerak cepat. Dalam waktu kurang dari 24 jam, dua individu berhasil diidentifikasi dan ditangkap. Keduanya merupakan rekan sesama santri yang diduga memiliki masalah pribadi dengan korban. Kapolres setempat mengonfirmasi bahwa barang bukti dan keterangan saksi mengarah kuat pada kedua tersangka.

Mereka dijerat dengan pasal pembunuhan berencana dan penganiayaan berat. Kedua tersangka kini mendekam di sel tahanan Polres Lombok. Mereka terancam hukuman maksimal seumur hidup.

Kondisi Korban dan Penanganan

Satu korban meninggal telah diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan. Sementara dua korban luka bakar masih berjuang melawan kritis di ruang perawatan intensif. Tim medis mengerahkan segala upaya untuk menyelamatkan nyawa mereka. Pihak pesantren dan pemerintah daerah menyatakan duka mendalam.

Dua korban yang mengalami luka bakar parah masih belum sadarkan diri. Pihak rumah sakit menyatakan kondisinya fluktuatif. Keluarga korban menuntut keadilan dan meminta polisi mengusut tuntas kasus ini.

Baca juga:

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
lina-marlina

Reporter Daerah. Koordinator jaringan kontributor di 34 provinsi.

Comments (0)

User