Terkaman Harimau Sumatra Tewaskan Bocah 12 Tahun di Pelalawan

Seorang bocah lelaki berusia 12 tahun tewas seketika setelah menjadi korban terkaman harimau sumatra (Panthera tigris sumatrae) di area perkebunan warga Kabupaten Pelalawan, Riau, pada Rabu (15/5) pet...

Jul 12, 2026 - 23:08
0 0
Terkaman Harimau Sumatra Tewaskan Bocah 12 Tahun di Pelalawan

Seorang bocah lelaki berusia 12 tahun tewas seketika setelah menjadi korban terkaman harimau sumatra (Panthera tigris sumatrae) di area perkebunan warga Kabupaten Pelalawan, Riau, pada Rabu (15/5) petang. Peristiwa mengerikan ini sontak membuat gempar warga Dusun Sialang Jaya dan langsung memicu respons darurat dari Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau.

Kronologi Serangan Maut

Berdasarkan keterangan saksi mata, korban yang saat itu tengah membantu orang tuanya di ladang berpagar rendah tiba-tiba disergap harimau dari balik semak belukar. “Kami mendengar teriakan histeris, lalu begitu dihampiri, anak itu sudah tergeletak dengan luka sobek parah di bagian leher,” ujar seorang saksi yang enggan disebut namanya. Tim medis puskesmas yang dikerahkan ke lokasi langsung menyatakan korban meninggal dunia akibat kehabisan darah karena luka gigitan dan cakaran di area vital.

  • Waktu kejadian: Rabu, 15 Mei 2024, sekitar pukul 17.30 WIB
  • Lokasi: Dusun Sialang Jaya, Kecamatan Pelalawan, berbatasan dengan Suaka Margasatwa Kerumutan
  • Korban: Laki-laki, 12 tahun, pelajar yang ikut membantu orang tua di kebun
  • Kondisi terkini: Jenazah sudah dievakuasi ke rumah duka, keluarga masih syok berat

BBKSDA Riau Langsung Turun Tangan

Kepala BBKSDA Riau, Genman Suhefti Hasibuan, mengonfirmasi bahwa pihaknya telah menerjunkan tim reaksi cepat ke lokasi. “Kami langsung memasang perangkap kandang di sekitar titik penyerangan dan menyiagakan personel dengan senjata bius untuk mengantisipasi serangan susulan,” jelasnya. Petugas juga melakukan penyisiran intensif di jalur hutan perbatasan guna memastikan tidak ada individu harimau lain yang terdesak mendekati permukiman.

BBKSDA mengimbau warga agar tidak beraktivitas sendirian di kebun yang berbatasan langsung dengan hutan, terutama pada jam rawan antara sore hingga malam. “Kami minta seluruh masyarakat meningkatkan kewaspadaan dan segera melaporkan jika menjumpai jejak atau tanda keberadaan harimau,” tegas Hasibuan. Posko pengaduan 24 jam juga telah diaktifkan.

Konflik Manusia-Harimau di Riau Meningkat Tajam

Insiden ini menambah panjang daftar kelam konflik manusia-satwa di Provinsi Riau. Data BBKSDA mencatat peningkatan signifikan dalam tiga tahun terakhir seiring kian masifnya deforestasi dan alih fungsi lahan untuk perkebunan sawit yang mempersempit habitat alami harimau sumatra.

  • 2021: 9 serangan, 2 korban jiwa
  • 2022: 11 serangan, 1 korban jiwa
  • 2023: 14 serangan, 3 korban jiwa
  • 2024 (hingga Mei): 6 serangan, 2 korban jiwa

Organisasi konservasi mendesak pemerintah untuk memperkuat koridor satwa dan menggencarkan patroli rutin di daerah kantong konflik. “Harimau bukan pemangsa alami manusia, mereka terpaksa masuk kampung karena ruang hidupnya habis,” ujar aktivis dari Yayasan Pelestarian Harimau Sumatra. BBKSDA berjanji akan mengevakuasi harimau yang terlibat untuk direhabilitasi jika berhasil ditangkap dalam kondisi sehat.

Langkah Cepat Cegah Serangan Susulan

Pemerintah Kabupaten Pelalawan bergerak cepat dengan menggelar rapat koordinasi bersama BBKSDA, TNI, dan Polri. Sosialisasi keselamatan akan digencarkan ke seluruh desa yang berbatasan dengan hutan, termasuk pelatihan mitigasi konflik. Warga diimbau membuat pagar pengaman komunal, tidak membakar lahan, dan segera membentuk regu siaga satwa. “Kami sedang merancang program desa tangguh satwa untuk mengurangi risiko serangan ke depan,” ujar Camat Pelalawan.

Hingga berita ini ditulis, tim BBKSDA masih bersiaga penuh di lokasi dan belum ada laporan kemunculan harimau susulan. Masyarakat diharapkan tetap tenang namun tidak lengah—konflik belum berakhir.

Baca juga:

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
pandu-rangga

Reporter Bencana. Spesialisasi mitigasi bencana dan tanggap darurat.

Comments (0)

User