Wali Kota Bandung Mendadak Tumbang Saat Bertugas, Langsung Dilarikan ke RS
BARU SAJA -- Wali Kota Bandung M Farhan dilarikan ke unit gawat darurat rumah sakit, Rabu siang ini, setelah mendadak kehilangan kesadaran di Balai Kota Bandung. Kronologi: Baru Saja Terima Tamu Insi...
BARU SAJA -- Wali Kota Bandung M Farhan dilarikan ke unit gawat darurat rumah sakit, Rabu siang ini, setelah mendadak kehilangan kesadaran di Balai Kota Bandung.
Kronologi: Baru Saja Terima Tamu
Insiden terjadi sekira pukul 11.30 WIB, tak lama setelah Farhan menyelesaikan pertemuan dengan sejumlah tamu di ruang kerjanya. Seorang staf protokoler yang enggan disebutkan namanya menuturkan bahwa wali kota tampak sehat saat memimpin pertemuan. Namun begitu para tamu berpamitan, Farhan tiba-tiba mengeluh pusing dan langsung ambruk.
Petugas medis yang siaga di lingkungan Balai Kota segera memberikan pertolongan pertama. Dalam waktu kurang dari sepuluh menit, ambulans milik Dinas Kesehatan Kota Bandung tiba dan membawa Farhan ke Rumah Sakit Hasan Sadikin untuk penanganan intensif.
- Waktu kejadian: Rabu, pukul 11.30 WIB
- Lokasi: Ruang kerja Wali Kota, Balai Kota Bandung
- Rumah sakit rujukan: RSUP Dr. Hasan Sadikin
- Status: Dalam pemeriksaan tim medis
- Pendamping: Wakil Wali Kota dan Sekretaris Daerah
Kondisi Terkini dan Respons Pemerintah Kota
Hingga berita ini diturunkan, tim dokter masih melakukan serangkaian pemeriksaan diagnostik, termasuk CT scan dan tes laboratorium. Juru bicara Pemerintah Kota Bandung, saat dikonfirmasi, mengonfirmasi bahwa kondisi wali kota stabil tetapi masih dalam pengawasan ketat. "Kami mohon doa dari seluruh warga Bandung. Seluruh agenda wali kota hari ini resmi ditunda hingga pemberitahuan lebih lanjut," ujarnya singkat.
Wakil Wali Kota Bandung, yang langsung menuju rumah sakit begitu mendengar kabar, menyatakan bahwa Farhan sebelumnya tidak memiliki riwayat penyakit serius. Namun jadwal padat dalam sepekan terakhir -- termasuk blusukan ke beberapa kecamatan dan rapat koordinasi anggaran -- diduga memicu kelelahan ekstrem.
Sementara itu, area Balai Kota sempat ditutup sementara bagi pengunjung umum. Sejumlah pegawai tampak berkerumun di lobi sambil terus memantau informasi terbaru melalui ponsel masing-masing. Suasana haru dan cemas menyelimuti Balai Kota Bandung.
Respons Publik dan Langkah Antisipasi
Kabar ini menyebar cepat di media sosial. Tagar #PrayForFarhan masuk dalam jajaran trending topik di Twitter lokal. Banyak warganet menyampaikan harapan agar wali kota segera pulih dan bisa kembali mengemban tugas.
Pihak rumah sakit sendiri belum mengeluarkan pernyataan resmi tentang diagnosis. Namun sumber internal Beritatercepat menyebutkan bahwa tidak ditemukan tanda-tanda serangan jantung atau stroke dalam pemeriksaan awal. Dugaan sementara mengarah pada hipoglikemia atau tekanan darah rendah akibat kelelahan dan kurang asupan.
Tim dokter spesialis penyakit dalam, saraf, dan kardiologi dikerahkan untuk memberikan pelayanan terpadu. "Semua prosedur penanganan sudah sesuai standar, kami tunggu hasil observasi 6-12 jam ke depan," ujar seorang petugas medis yang enggan disebut namanya.
Insiden ini menjadi pengingat akan pentingnya manajemen kesehatan bagi para pejabat publik yang kerap bekerja melampaui batas normal. Pemerintah Kota Bandung dijadwalkan akan menggelar konferensi pers sore nanti untuk memberikan perkembangan terbaru.
Baca juga:
Comments (0)