Sep 17, 2026
Bali

TABANAN — Rumah Petani di Selbar Terbakar, Uang Rp33 Juta Ludes

Petang yang mulanya berjalan tenang di Selemadeg Barat, Kabupaten Tabanan, Bali, mendadak berubah menjadi tragedi kelam bagi sebuah keluarga petani lokal.

TABANAN — Rumah Petani di Selbar Terbakar, Uang Rp33 Juta Ludes

Petang yang mulanya berjalan tenang di Selemadeg Barat, Kabupaten Tabanan, Bali, mendadak berubah menjadi tragedi kelam bagi sebuah keluarga petani lokal. Niat hati ingin menikmati suasana malam sembari berbelanja kebutuhan harian di Pasar Senggol Suraberata, mereka justru harus menerima kenyataan pahit saat mendapati tempat tinggalnya ludes terbakar. Peristiwa memilukan yang terjadi pada Selasa petang tersebut menyisakan duka mendalam, sebab seluruh harta benda hasil keringat korban ludes tanpa sisa dilahap si jago merah.

Insiden kebakaran hebat ini terjadi sekitar pukul 18.35 WITA, ketika bangunan rumah berukuran 8 x 6 meter tersebut sedang dalam kondisi kosong tanpa penghuni. Sebelum berangkat menuju pasar sekitar pukul 17.30 WITA, pemilik rumah sempat melaksanakan ibadah persembahyangan di kamar suci pada pukul 17.00 WITA. Kebiasaan rutin tersebut dilakukan sebelum korban memboyong keluarganya, bersama seorang saksi bernama I Putu Sukma Adi Putra (28), untuk pergi berbelanja. Namun, keceriaan di pasar tak bertahan lama setelah sebuah telepon memutus napas lega mereka.

Sekitar pukul 18.40 WITA, saksi Putu Sukma Adi Putra mendadak menerima panggilan telepon panik dari tetangga korban, I Ketut Suciadi (58). Kabar buruk disampaikan bahwa kobaran api telah membumbung tinggi memeluk atap rumah korban. Mendengar informasi genting tersebut, korban beserta keluarga langsung bergegas pulang dengan kepanikan luar biasa. Sayangnya, ketika tiba di lokasi kejadian, amukan api sudah terlanjur membesar dan melahap hampir seluruh konstruksi bangunan utama.

Warga sekitar yang menyadari kepulan asap tebal telah bahu-membahu berupaya memadamkan kobaran api menggunakan peralatan seadanya. Namun, kencangnya hembusan angin dan banyaknya material bangunan yang mudah terbakar membuat perjuangan warga berkejaran dengan waktu. Amukan si jago merah baru benar-benar terkendali setelah armada pemadam kebakaran tiba di lokasi untuk melakukan penanganan intensif.

Kasi Humas Polres Tabanan, Iptu Ni Luh Putu Wiwik Endrayani, mengonfirmasi kronologi penanganan bencana kebakaran yang menimpa warga Selemadeg Barat tersebut.

“Dua unit mobil pemadam kebakaran tiba sekitar pukul 19.45 WITA. Api berhasil dipadamkan seluruhnya sekitar pukul 20.00 WITA,” ujar Iptu Wiwik saat memberikan keterangan resmi.

Rincian Kerugian dan Dampak Ekonomi Korban

Dampak dari musibah kebakaran ini sangat memukul kondisi perekonomian korban. Bangunan rumah yang terdiri dari tiga kamar tidur dan satu kamar suci kini hanya menyisakan puing-puing hitam yang hangus tanah. Tak hanya kerangka bangunan yang luluh lantak, sejumlah barang berharga yang disimpan rapat di dalam kamar pun tidak ada yang sempat diselamatkan.

Pihak kepolisian mencatat bahwa korban mengalami kerugian finansial yang terbilang sangat besar untuk ukuran keluarga petani. Uang simpanan tunai senilai Rp33 juta yang disimpan di dalam rumah ludes menjadi abu, bersama dengan dokumen-dokumen penting negara, perhiasan emas, serta perabotan elektronik rumah tangga.

Kategori Kerugian Rincian Kerusakan & Barang Hilang
Struktur Bangunan Rumah 8x6 meter (3 Kamar Tidur, 1 Kamar Suci) hancur total
Uang Tunai Uang simpanan sekitar Rp33.000.000 ludes terbakar
Dokumen & Logam Mulia Surat-surat berharga penting dan perhiasan keluarga
Barang Elektronik Seluruh peralatan elektronik dan perabotan rumah tangga

Penyelidikan Polsek Selbar dan Imbauan Kewaspadaan

Tak lama setelah kobaran api berhasil dipadamkan sepenuhnya, personel piket Polsek Selemadeg Barat (Selbar) yang dipimpin oleh perwira pengawas langsung mendatangi lokasi untuk mengamankan tempat kejadian perkara (TKP). Petugas memasang garis polisi guna sterilisasi lokasi serta mengumpulkan titik terang pemicu kebakaran. Nasib naas yang menimpa keluarga petani ini menjadi pukulan berat, mengingat seluruh tabungan dan aset berharga sirna dalam hitungan jam.

Hingga saat ini, kepolisian masih belum bisa menyimpulkan pemicu utama munculnya percikan api di rumah yang sedang ditinggal penghuninya tersebut. Olah TKP secara mendalam terus dilakukan guna memastikan apakah kebakaran dipicu oleh korsleting listrik atau ada faktor penyebab lainnya.

“Penyebab kebakaran masih belum bisa dipastikan. Masih diselidiki oleh tim di lapangan,” tegas Iptu Wiwik menambahkan.

Peristiwa tragis ini menjadi pelajaran berharga sekaligus peringatan keras bagi masyarakat luas untuk selalu meningkatkan kewaspadaan sebelum meninggalkan rumah dalam keadaan kosong. Memastikan kompor mati, mencabut peralatan listrik yang tidak terpakai, serta memadamkan sisa dupa atau lilin seusai beribadah merupakan langkah krusial demi meminimalisasi risiko bencana kebakaran yang dapat merenggut harta maupun nyawa.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS irwan-setiawan

Reporter Foto. Visual storyteller dengan 12 tahun pengalaman.

Comments (0)

User