Sep 17, 2026
Bali

BULELENG — Atap Tiga Ruang Kelas SDN 3 Kalibukbuk Ambruk Total

Kesunyian sore hari di Desa Kalibukbuk, Buleleng, mendadak berganti ketegangan saat struktur atap dari tiga ruang kelas di Sekolah Dasar Negeri (SDN) 3 Kal

BULELENG — Atap Tiga Ruang Kelas SDN 3 Kalibukbuk Ambruk Total

Kesunyian sore hari di Desa Kalibukbuk, Buleleng, mendadak berganti ketegangan saat struktur atap dari tiga ruang kelas di Sekolah Dasar Negeri (SDN) 3 Kalibukbuk ambruk total. Puing-puing kayu tua dan genteng hancur berserakan di atas lantai yang biasanya menjadi tempat menimba ilmu bagi para siswa. Meski tidak menelan korban jiwa karena peristiwa terjadi di luar jam sekolah, peristiwa runtuhnya atap ini menyisakan kecemasan mendalam bagi warga sekolah dan orang tua murid.

Bangunan yang hancur tersebut merupakan ruang belajar utama bagi para siswa kelas 4, kelas 5, dan kelas 6. Beruntung, kewaspadaan serta tindakan antisipasi yang diambil pihak sekolah sejak beberapa minggu sebelumnya berhasil menghindarkan potensi bencana kemanusiaan yang fatal.

Firasat Bahaya dan Langkah Penyelamatan Dini

Kepala SDN 3 Kalibukbuk, Nyoman Sumitra, menceritakan bahwa tanda-tanda keretakan dan kerusakan pada struktur atap sebenarnya telah terdeteksi sejak bulan Juni. Saat itu, kayu penyangga di bagian atas terlihat mulai membengkok secara tidak wajar akibat beban bangunan yang terlalu berat. Melihat ancaman bahaya yang mengintai para murid, pihak sekolah langsung bergerak cepat mengajukan usulan perbaikan resmi kepada Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) Buleleng.

“Juni sudah kelihatan melengkung, sehingga langsung kami usulkan untuk perbaikan. Juli ruangan sudah kami kosongkan,” kata Sumitra mengenang keputusan krusial yang ia ambil.

Keputusan mengosongkan ruangan sejak bulan Juli terbukti sangat tepat. Ketika atap sekolah runtuh sepenuhnya pada Minggu sore sekitar pukul 17.00 WITA, tidak ada satu pun siswa maupun guru yang berada di area tersebut. Sumitra sendiri sedang berada di Kabupaten Karangasem untuk melaksanakan ibadah persembahyangan saat mendapat kabar mengejutkan dari Kepala Dusun setempat mengenai kejadian itu.

Dampak Terhadap 80 Siswa dan Solusi Darurat

Dampak langsung dari ambruknya atap ini dirasakan oleh 80 siswa yang harus mengungsi dari kelas utama mereka. Agar kegiatan belajar mengajar (KBM) tidak terhenti, pihak sekolah terpaksa memanfaatkan ruangan yang tersisa sebagai tempat belajar sementara.

Kelas Jumlah Siswa Terdampak Ruang Pengalihan Darurat
Kelas 4 27 Siswa Perpustakaan Sekolah
Kelas 5 24 Siswa Ruang Guru
Kelas 6 29 Siswa Ruang Kepala Sekolah

Proses pembelajaran di ruangan serbaguna ini tentu membawa tantangan tersendiri bagi kenyamanan anak-anak. Kendati demikian, faktor keamanan tetap menjadi prioritas mutlak sekolah. "Kami tidak ingin mengambil risiko sekecil apa pun terhadap keselamatan anak-anak. Walau harus belajar di ruang guru dan perpustakaan, keselamatan jiwa adalah hal yang utama," tegas salah satu tenaga pengajar setempat.

Usia Bangunan Tua dan Inspeksi Disdikpora Buleleng

Berdasarkan rekam jejaknya, gedung SDN 3 Kalibukbuk merupakan bangunan tua yang didirikan sejak tahun 1983. Walaupun bagian atap sempat mengalami perbaikan pada tahun 2019, struktur dindingnya masih menggunakan konstruksi konvensional berbahan campuran kapur dan pasir. Kombinasi faktor usia bangunan dan kelembapan material diduga kuat menjadi penyebab utama rapuhnya penopang atap tersebut.

Merespons kejadian ini, Kepala Disdikpora Buleleng, Ida Bagus Gde Surya Bharata, turun langsung melakukan peninjauan ke lokasi pada Senin (14/9/2026). Kedatangannya bertujuan untuk mengevaluasi tingkat kerusakan fisik serta memastikan skema pembenahan bangunan dapat segera direalisasikan demi menjamin keberlangsungan pendidikan para siswa secara aman.

Sebanyak 3 ruang kelas SDN 3 Kalibukbuk Buleleng roboh pada Minggu sore. Beruntung tidak ada korban jiwa karena ruangan sudah dikosongkan sejak Juli. Sebanyak 80 siswa kini belajar menumpang di perpustakaan, ruang guru, dan ruang kepsek. Baca selengkapnya di Beritatercepat.com.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS irwan-setiawan

Reporter Foto. Visual storyteller dengan 12 tahun pengalaman.

Comments (0)

User