Slaughterground Sapu Tiga Penghargaan di NAFF BIFAN 2026

Slaughterground Catat Sejarah di BIFANBUCHEON — Proyek film horor Slaughterground (Hujan Kematian) karya sutradara muda Sidharta Tata mencuri perhatian di pasar film BIFAN 2026. Dalam ajang Network ...

Jul 13, 2026 - 14:26
0 0

Slaughterground Catat Sejarah di BIFAN

BUCHEON — Proyek film horor Slaughterground (Hujan Kematian) karya sutradara muda Sidharta Tata mencuri perhatian di pasar film BIFAN 2026. Dalam ajang Network of Asian Fantastic Films (NAFF) yang berlangsung kemarin, film produksi Indonesia itu dikonfirmasi membawa pulang tiga penghargaan industri sekaligus—sebuah pencapaian yang langsung memicu euforia di kalangan sineas Tanah Air.

Kemenangan ini diumumkan pada sesi penutupan NAFF BIFAN 2026 di Bucheon, Korea Selatan. Slaughterground menyabet penghargaan Utama NAFF It Project Award senilai 15.000 dolar AS, Audience Choice Award yang dipilih langsung oleh para peserta dan pembeli film internasional, serta Korean Film Council (KOFIC) Award yang diberikan kepada proyek dengan potensi kolaborasi Korea-Indonesia terkuat. Tiga trofi ini menegaskan posisi Indonesia sebagai kekuatan baru di ranah horor global.

Film yang masih dalam tahap pengembangan ini mengusung premis yang langsung menjadi perbincangan: sebuah desa terpencil di lereng gunung dihantui fenomena hujan yang mengubah siapa pun yang basah menjadi pembunuh brutal tanpa ingatan. Setiap tetes air berubah menjadi ancaman, memaksa warga bertahan dalam teror tanpa akhir. Ide segar yang menggabungkan folk horror dengan survival thriller itu disebut para juri sebagai "orisinal dan sangat sinematik."

Sidharta Tata, yang sebelumnya dikenal lewat film pendek pemenang Piala Citra, mengaku tak menyangka proyek ini mendapat sambutan sehebat itu. "Kami datang ke Bucheon hanya berharap mendapat masukan, tapi responsnya di luar ekspektasi. Penghargaan ini memberi energi besar untuk segera memproduksi Slaughterground dengan standar internasional," ujarnya dalam sesi wawancara virtual singkat usai pengumuman.

Dampak dan Peta Jalan Produksi

Dengan raihan tiga penghargaan ini, Slaughterground otomatis masuk radar sejumlah rumah produksi dan distributor global. Beberapa investor dari Jepang dan Thailand dilaporkan telah melakukan pendekatan awal untuk terlibat dalam pendanaan. Tim produksi kini menargetkan syuting dimulai pada kuartal ketiga 2026, dengan rencana perilisan di akhir 2027.

Keberhasilan ini juga memperkuat tren "Indonesian horror wave" yang telah dimulai oleh film-film seperti Pengabdi Setan dan Impetigore. BIFAN sendiri, sebagai festival film fantastis terbesar di Asia, telah lama menjadi batu loncatan bagi talenta-talenta horor dunia. Kini, nama Sidharta Tata dan Slaughterground menjadi sorotan utama—membuktikan bahwa cerita dari sudut desa di Indonesia mampu mengguncang panggung internasional.

Perkembangan lebih lanjut dari proyek ini akan terus dipantau. Dengan momentum yang belum pernah terjadi sebelumnya, Slaughterground diproyeksikan menjadi salah satu film horor paling dinantikan dalam dua tahun mendatang. (Redaksi)

Baca juga:

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
lina-marlina

Reporter Daerah. Koordinator jaringan kontributor di 34 provinsi.

Comments (0)

User