IHSG Berhasil Pulih Tipis Usai Kena Trading Halt Hari Ini
Suasana tegang menyelimuti lantai Bursa Efek Indonesia pada Kamis (29/1/2026) ketika Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ambrol cukup dalam, memicu penghent
Suasana tegang menyelimuti lantai Bursa Efek Indonesia pada Kamis (29/1/2026) ketika Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ambrol cukup dalam, memicu penghentian perdagangan sementara atau trading halt. Papan elektronik besar yang biasanya menyala hijau mendadak menunjukkan dominasi merah pekat, sebelum akhirnya jeda paksa itu berakhir dan indeks mampu bangkit tipis di ujung sesi. Peristiwa ini menggambarkan betapa rapuhnya sentimen investor hari itu, namun juga menyisakan secercah optimisme.
Total volume saham yang diperdagangkan sepanjang hari mencapai 98,791 miliar lembar dengan nilai transaksi tembus Rp67,823 triliun—sebuah angka yang menandakan pelaku pasar bergerak masif, baik untuk melepas aset maupun memanfaatkan momentum koreksi. Layar raksasa yang terpampang di sudut lantai bursa menjadi saksi bisu drama yang berlangsung hampir seharian penuh.
Perjalanan Sesi Perdagangan: Dari Penurunan Tajam Hingga Jeda Darurat
Sesi pagi dibuka dengan optimisme terbatas. IHSG sempat bergerak di zona hijau tipis pada menit-menit awal, sebelum tekanan jual mendera. Pelaku pasar merespons sentimen global yang kurang menguntungkan: kekhawatiran eskalasi perang dagang, pengetatan suku bunga global yang belum rampung, dan gejolak nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika. Tak sampai satu jam, indeks sudah terpangkas lebih dari 4 persen.
Pukul 10.17 WIB, kejadian yang membuat jantung para pialang berdegup kencang akhirnya tiba. IHSG terperosok hingga menyentuh level 5.832,15, atau turun 5,2 persen dalam sehari. Penurunan ini secara otomatis mengaktifkan mekanisme trading halt pertama bursa selama 30 menit, sesuai aturan yang berlaku jika indeks anjlok lebih dari 5 persen. Semua transaksi terhenti sejenak; layar tiba-tiba membeku.
“Ini adalah koreksi yang sudah diprediksi sebagian analis, tapi kecepatan penurunannya mengejutkan,” ujar Donny Irawan, analis senior pasar modal dari Mandiri Sekuritas. “Pelaku pasar seperti berlomba keluar, terutama di saham-saham perbankan dan pertambangan yang paling tertekan.”
Saat jeda berakhir dan perdagangan dilanjutkan, tekanan belum sepenuhnya sirna. Namun, aksi beli selektif mulai muncul dari investor yang menilai harga saham sudah cukup murah. Perlahan tapi pasti, indeks merangkak naik dari kedalaman, didorong oleh masuknya pesanan beli di sektor konsumer dan telekomunikasi.
Faktor Pemicu Tekanan: Dari Global hingga Domestik
Para analis mencatat setidaknya tiga faktor utama yang menjadi biang kerok amblesnya IHSG pagi itu. Pertama, keputusan bank sentral Amerika Serikat untuk mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama dari perkiraan membuat aliran modal asing keluar dari pasar berkembang. Tekanan terhadap rupiah yang sempat menyentuh Rp16.990 per dolar AS ikut memperburuk persepsi risiko.
Kedua, data ekonomi Tiongkok yang menunjukkan perlambatan di sektor manufaktur memukul harga komoditas, yang menjadi andalan banyak emiten tambang di bursa domestik. Saham-saham seperti PT Bukit Asam dan PT Vale Indonesia terpantau anjlok hingga lebih dari 8 persen pada satu titik.
Ketiga, sentimen negatif dari rencana kebijakan tarif baru yang diumumkan sejumlah negara maju menciptakan awan gelap di pasar regional. Indeks bursa di Singapura, Kuala Lumpur, dan Bangkok pun ikut melemah, meski tak sehebat IHSG.
Titik Balik di Akhir Sesi: Sektor Konsumer dan Telekomunikasi Menyelamatkan
Menjelang sesi kedua, tepatnya pukul 14.00 WIB, IHSG mulai menunjukkan tanda-tanda pemulihan yang lebih nyata. Indeks yang sempat terombang-ambing di kisaran 5.860 berhasil mendaki kembali, didorong oleh pembelian agresif di saham-saham berkapitalisasi besar seperti PT Unilever Indonesia dan PT Telkom Indonesia. Kedua emiten tersebut mencatat kenaikan signifikan, berlawanan dengan mayoritas pasar.
Pada pukul 15.30 WIB, IHSG berhasil memangkas kerugian menjadi minus 2,8 persen di level 5.976,43. Walau masih merah, angka ini jauh lebih baik dibandingkan titik terendah intraday. Beberapa pelaku pasar menyebut gelombang aksi beli didukung oleh laporan keuangan emiten kuartal IV 2025 yang rilis dan menunjukkan kinerja melebihi ekspektasi.
“Ini semacam reli teknis pasca-halt. Investor memanfaatkan diskon besar-besaran di saham defensif yang sebenarnya memiliki fundamental kokoh,” kata Anindya Sekarningrum, analis dari Bahana Sekuritas. “Sentimen akhirnya sedikit membaik setelah bank sentral Eropa memberi sinyal pelonggaran pada semester dua.”
Data Perdagangan dan Peta Pergerakan Asing
Meski IHSG membaik di penutupan, investor asing tercatat masih melakukan aksi jual bersih (net sell) sebesar Rp2,3 triliun. Jumlah itu melanjutkan tren capital outflow sepanjang Januari. Sektor keuangan menjadi yang paling dibanjiri penjualan, disusul sektor infrastruktur. Namun, sektor konsumer dan farmasi justru mencatat net buy asing yang lumayan, mengindikasikan rotasi portofolio menuju sektor yang lebih tahan terhadap gejolak ekonomi.
Total frekuensi perdagangan tercatat 1,98 juta kali transaksi. Saham PT Bank Rakyat Indonesia menjadi yang paling aktif diperdagangkan, dengan volume mencapai 12,5 miliar lembar. Tekanan terbesar dialami oleh saham PT Bank Mandiri yang sempat turun hingga 9 persen, sebelum ditutup turun 5,4 persen.
Menanti Sinyal Pemulihan
Pelaku pasar kini menanti rilis data inflasi domestik Januari yang dijadwalkan akhir pekan ini. Jika inflasi terjaga di bawah target, tekanan terhadap rupiah dan pasar saham bisa sedikit mereda. Namun, para analis mengingatkan bahwa bayang-bayang kebijakan hawkish bank sentral global belum sepenuhnya berlalu.
Drama hari ini menjadi pengingat bahwa di balik lika-liku IHSG, ketahanan psikologis pelaku pasar tengah diuji. Harapan bahwa pemulihan kecil di ujung hari bisa berlanjut pada sesi berikutnya tetap hidup, meski kekhawatiran akan potensi trading halt jilid dua masih membayangi. (YASUYOSHI CHIBA/AFP)
[SOCIAL_TWEET]: IHSG hari ini sempat anjlok hingga 5,2% dan kena trading halt, tapi berhasil pulih tipis di penutupan. Akankah besok kembali menguat? #IHSG #TradingHalt #SahamIndonesia[SOCIAL_TG]: 📉 IHSG kena trading halt pagi tadi, indeks ambles 5% sebelum akhirnya membaik di sesi penutupan. Vol transaksi tembus Rp67 T! Cek cerita lengkapnya 👇
Comments (0)