AS Luncurkan Tiga Gelombang Serangan Mematikan ke Iran dalam Sepekan

BREAKING NEWS — Amerika Serikat melancarkan tiga serangan militer besar-besaran ke wilayah Iran hanya dalam tujuh hari terakhir. Operasi ini merupakan respons terhadap eskalasi ketegangan di Selat H...

Jul 13, 2026 - 14:26
0 0

BREAKING NEWS — Amerika Serikat melancarkan tiga serangan militer besar-besaran ke wilayah Iran hanya dalam tujuh hari terakhir. Operasi ini merupakan respons terhadap eskalasi ketegangan di Selat Hormuz yang telah mencapai titik didih. CENTCOM mengkonfirmasi seluruh serangan menyasar target strategis Iran, termasuk pangkalan militer dan fasilitas rudal.

Kronologi Tiga Gelombang Serangan

Serangan pertama terjadi pada Senin (17/3) dini hari, ketika kapal perang AS menembakkan puluhan rudal jelajah ke pangkalan angkatan laut Iran di Bandar Abbas. Sehari kemudian, CENTCOM mengumumkan serangan susulan pada Rabu (19/3) yang melibatkan jet tempur siluman F-35 menghantam fasilitas penyimpanan rudal balistik di Isfahan. Gelombang ketiga, yang paling brutal, terjadi pada Jumat (21/3) melalui serangan drone yang menargetkan pusat komando Garda Revolusi di pinggiran Tehran.

Ketegangan Selat Hormuz menjadi pemicu utama eskalasi ini. Iran sebelumnya dituduh melakukan provokasi dengan menahan kapal tanker asing dan menutup jalur pelayaran strategis tersebut. Amerika Serikat menilai tindakan Iran sebagai ancaman langsung terhadap stabilitas global.

Target Strategis Dilumpuhkan

Menurut pernyataan resmi CENTCOM, seluruh target yang diserang merupakan infrastruktur militer kunci Iran. Berikut rincian target yang berhasil dilumpuhkan:

  • Pangkalan Angkatan Laut Bandar Abbas: hanggar kapal cepat, gudang amunisi, dan radar pertahanan hancur total.
  • Fasilitas Rudal Isfahan: situs bawah tanah penyimpanan rudal balistik jarak menengah luluh lantak.
  • Pusat Komando Garda Revolusi: bunker komando dan pusat komunikasi lumpuh, memutus rantai koordinasi militer Iran.

Data sementara yang dihimpun dari sumber intelijen menyebutkan setidaknya 120 personel militer Iran tewas dan lebih dari 200 lainnya luka-luka. Belum ada laporan korban jiwa dari pihak sipil meski proses evakuasi masih berlangsung di sekitar lokasi serangan.

Reaksi Iran dan Dunia

Pemerintah Iran langsung merespons dengan pernyataan keras. Pemimpin Tertinggi Ali Khamenei menyebut serangan AS sebagai "deklarasi perang" dan memerintahkan penutupan total Selat Hormuz. "Kami tidak akan tinggal diam. Setiap tetes darah syuhada akan dibalas dengan banjir rudal," tegasnya dalam pidato darurat yang disiarkan televisi nasional.

Sementara itu, Dewan Keamanan PBB menggelar sidang darurat pada Sabtu (22/3) waktu New York. China dan Rusia mengecam tindakan AS sebagai pelanggaran kedaulatan, sedangkan sekutu NATO menyatakan dukungan terbatas. Harga minyak dunia melonjak 12% dalam sepekan, menembus $110 per barel, tertinggi dalam dua tahun terakhir.

Langkah Selanjutnya

Pentagon menyatakan pihaknya telah mengerahkan dua gugus tugas kapal induk tambahan ke Laut Arab. "Operasi militer akan terus berlanjut hingga Iran menghentikan semua provokasi dan menjamin kebebasan navigasi di Selat Hormuz," kata Menteri Pertahanan AS.

Situasi di lapangan dilaporkan semakin tegang dengan kedua pihak saling siaga penuh. Warga di kota-kota besar Iran, terutama Tehran dan Isfahan, diinstruksikan untuk tetap berada di tempat perlindungan. Laporan saksi mata menyebutkan ledakan besar masih terdengar hingga Sabtu pagi waktu setempat.

Ini adalah perkembangan berita yang masih berlangsung. Tim Detik Ini Juga terus memantau dan akan memberikan update setiap menit.

Baca juga:

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
yoga-mahendra

Editor Breaking News. Mantan assignment editor TV nasional.

Comments (0)

User